Jakarta -
Kebijakan mengenai TikTok di lingkungan pemerintah kota (Pemkot) New York, Amerika Serikat (AS) resmi berubah drastis. Wali Kota New York Zohran Mamdani sekarang mengizinkan kembali lembaga pemerintah menggunakan TikTok, setelah sebelumnya platform tersebut dilarang lantaran argumen keamanan data.
Mengutip laporan Wired, keputusan ini menjadi pembalikan dari kebijakan tahun 2023 di era wali kota sebelumnya nan melarang TikTok di perangkat milik pemerintah. Kini, lembaga kota diperbolehkan kembali menggunakan platform tersebut, tetapi dengan patokan keamanan nan jauh lebih ketat.
Dalam kebijakan baru itu, Pemkot menekankan pentingnya menjangkau masyarakat melalui platform nan memang digunakan sehari-hari, terutama oleh generasi muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berkomitmen menggunakan setiap perangkat nan ada untuk berkomunikasi dengan penduduk New York," demikian pernyataan dari pemerintahan Mamdani, seperti dikutip dari Wired.
Keputusan ini tidak diambil tanpa syarat. Pemerintah setempat tetap menerapkan beragam pembatasan ketat untuk meminimalkan akibat keamanan. Misalnya, perangkat nan digunakan kudu unik dan tidak boleh menyimpan info sensitif alias terhubung ke sistem internal pemerintah. Selain itu, hanya staf tertentu nan ditunjuk nan boleh mengelola akun resmi.
Langkah ini menjadi kompromi antara dua kepentingan besar, ialah keamanan info dan efektivitas komunikasi publik. Perubahan kebijakan ini juga tidak lepas dari style komunikasi Mamdani nan dikenal sangat mengandalkan media sosial. Dalam kampanye hingga masa awal jabatannya, dia aktif menggunakan platform digital untuk menjangkau warga.
Pemkot New York memandang TikTok sebagai perangkat krusial untuk menyampaikan info jasa publik, peringatan darurat, hingga kampanye sosial secara lebih luas dan cepat. Selain itu, pelonggaran kebijakan ini juga dipengaruhi oleh perubahan situasi mengenai TikTok sendiri.
Kekhawatiran sebelumnya muncul lantaran kepemilikan aplikasi oleh perusahaan China, ByteDance, nan dianggap berpotensi menimbulkan akibat keamanan. Namun, setelah adanya restrukturisasi kepemilikan dan peningkatan pengawasan terhadap operasional TikTok di AS, pemkot menilai akibat tersebut bisa lebih terkendali.
Kebijakan ini sekaligus menandai perubahan pendekatan New York terhadap teknologi. Jika sebelumnya platform seperti TikTok dianggap sebagai ancaman, sekarang justru dilihat sebagai perangkat komunikasi nan susah diabaikan.
(rns/rns)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·