Jakarta, CNN Indonesia --
Wacana pemberian insentif sepeda motor listrik kembali mencuat, meski sebelumnya pemerintah menyatakan tak lagi bakal memberi support fiskal pada sektor tersebut.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Setia Diarta mengungkap agenda pemberian insentif fiskal motor listrik tetap dalam tahap pembahasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait dengan insentif motor listrik ini tetap dalam tahap pembahasan. Jadi saya jika boleh bilang ini memang ada agenda ke arah sana, tapi memang belum selesai pembicaraan," kata Setia di kantornya, Jakarta, Rabu (22/4).
Ia berambisi pembicaraan nan dilakukan bakal berkembang ke dalam sebuah kebijakan. Di sisi lain, pembahasan saat ini diharapkan tak membikin konsumen menunda pembelian, seperti nan terjadi beberapa waktu lampau kala pemerintah dianggap 'menggantung' kebijakan mengenai insentif motor listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mudah-mudahan kelak berkembang," ucapnya.
Ia tak mengurai lebih jauh mengenai jenis maupun besaran insentif motor listrik nan sedang dibahas lintas kementerian tersebut. Ia hanya memastikan kebijakan ini juga mencakup motor listrik berbasis konversi.
"Jadi ya, posisinya memang dalam tahap pembahasan, untuk motor listrik dan belum ada keputusan. Skenario-skenarionya sudah dikembangkan," kata Setia.
Wacana pemerintah bakal kembali menggulirkan insentif motor listrik sebelumnya diamini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi SadAntara
Purbaya mengaku sedang berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Insentif baru itu bakal diberikan untuk motor listrik generasi baru.
"Saya tetap bakal bicarakan dengan Menteri Perindustrian, kira-kira bakal ada insentif untuk motor listrik nan baru," kata Purbaya, pada Jumat (10/4) dikutip dari Antara.
Sehari sebelumnya, Kamis (9/4), Agus Gumiwang juga mengungkap sedang membahas insentif motor listrik dengan Kementerian Keuangan.
"Kita sedang berbincang dengan Kementerian Keuangan khususnya untuk insentif motor listrik," kata Agus ditemui dalam peluncuran kitab Ginandjar Kartasasmita di Jakarta pada Kamis.
Agus mengungkap pengembangan motor listrik bagian dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak berbasis fosil.
"Pesan dari Bapak Presiden sangat jelas bahwa semua kendaraan itu ke depan berbasis listrik. Ya, lantaran memang sekarang semakin terlihat kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil," ucap Agus.
Agus juga mengungkap jika besar anggaran tetap dibicarakan, tapi bisa jadi sama seperti nan sudah diberikan sebelumnya.
Insentif motor listrik pernah diberikan sebesar Rp7 juta untuk pembelian satu unit sejak 2023. Kebijakan ini sempat dilanjutkan ke 2024 namun kuotanya terbatas hanya 60 ribu unit. Setelah kuota lenyap pemerintah menghentikan pemberian insentif dan tak pernah diperpanjang sampai sekarang.
(ryh/dmi)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·