Viral Postingan 'patungan Apbn Bayar Utang Negara', Kemenkeu: Hoax!

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Beredar tangkapan layar di media sosial X berisi info dengan titel 'Patungan APBN Bayar Utang Negara'. Tangkapan layar itu menyerupai laman platform bantuan Kitabisa.com dan turut disertai foto Presiden Prabowo Subianto.

Tangkapan layar itu diunggah oleh akun @iPoopBased. Unggahan digiring dengan kalimat bersuara satir bahwa pemerintah disebut membuka patungan publik untuk mengatasi utang negara. Akun tersebut seolah menggiring narasi negatif dan tak memberikan disclaimer apapun.

"Indonesia's government launches 'Patungan APBN' on Kitabisa.com to address state debt," tulis akun X tersebut, dikutip Kamis (30/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam gambar tersebut, tercantum bahwa bantuan terkumpul Rp 137,42 miliar dari sasaran bantuan Rp 800 triliun. Di situ juga tercantum bahwa penggalang biaya merupakan Pemerintah Republik Indonesia.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan info galangan biaya tersebut tidak betul namalain hoaks. Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap penyebaran info bohong.

"Ini hoax. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyebaran buletin bohong alias info nan tidak jelas," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deny Surjantoro kepada detikcom.

Deny menyebut semua info mengenai kebijakan fiskal dan anggaran negara dapat diakses melalui situs resmi alias akun media sosial terverifikasi milik Kemenkeu.

"Segala info mengenai kebijakan fiskal dan anggaran negara hanya dapat diakses melalui situs resmi alias akun media sosial terverifikasi milik kementerian/lembaga terkait," jelas Deny.

Jumlah Utang Pemerintah

Utang pemerintah per 31 Desember 2025 mencapai Rp 9.637,90 triliun alias setara 40,46% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah itu naik Rp 229,26 triliun dari catatan per 30 September 2025 nan sebesar Rp 9.408,64 triliun.

Utang pemerintah itu terdiri atas dua jenis ialah surat berbobot negara (SBN) dan pinjaman. Mayoritas utang pemerintah per akhir Desember 2025 didominasi oleh instrumen SBN ialah Rp 8.387,23 triliun alias 87,02%, sisanya pinjaman ialah Rp 1.250,67 triliun alias 12,98%.

Pemerintah Indonesia menghadapi beban utang jatuh tempo sangat besar pada 2026. Tercatat jumlah nan kudu dibayar mencapai Rp 833,96 triliun, tertinggi dalam siklus pembayaran utang selama periode 2025-2036.

Hal itu terungkap dalam Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 nan disusun Strategic and Economic Action Institution (ISEAI). Lembaga kajian itu menyebut kejadian ini sebagai 'tembok utang' alias (debt wall), ialah kondisi ketika beban jatuh tempo utang menumpuk dalam satu periode tertentu.

"Di 2026 ini semakin terlihat bahwa Indonesia kudu menghadapi 'tembok utang' (debt wall) dengan nilai jatuh tempo nan mencapai Rp 833,96 triliun. Angka ini merupakan puncak tertinggi dalam siklus pembayaran utang selama periode 2025-2036, meningkat dari beban tahun 2025 nan sebesar Rp 800,33 triliun," tulis laporan tersebut.

(aid/fdl)

Sumber finance