Viral Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa Fh Ui, Sefatal Ini Dampaknya Ke Korban

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jakarta -

Belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) diduga melakukan pelecehan seksual. Tindakan tidak layak ini diduga dilakukan di percakapan grup pesan singkat WhatsApp.

Pihak FH UI melalui akun IG resminya membenarkan telah adanya kejuaraan dugaan tindakan pelecehan seksual pada 12 April 2026. FH UI mengecam tindakan ini, serta menegaskan bakal melakukan penelusuran dan verifiksi secara serius.

Dampak Pelecehan di Ruang Digital

Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, dr Lahargo Kembaren SpKJ menegaskan bahwa baik pelecehan bentuk maupun di ruang digital seperti grup WhatsApp, mempunyai akibat luka psikologis nan sama beratnya ke korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Luka psikologis tidak selalu ditentukan oleh corak tindakan dan perlakuan nan dialami, tetapi oleh makna pengalaman traumatis nan dirasakan korban," kata dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Selasa (14/4/2026).

"Pelecehan verbal alias digital dapat memberikan akibat nan sangat besar lantaran korban merasa direndahkan, dipermalukan, dijadikan objek, hingga kehilangan rasa aman," sambungnya.

dr Lahargo menambahkan, dalam beberapa kasus, pengaruh emosionalnya bisa setara alias sangat berat, terutama jika percakapan tersebut menyebar luas dan diketahui banyak orang. Luka bentuk mungkin tidak ada, tetapi luka pada nilai diri, martabat, dan rasa kondusif bisa sangat dalam dirasakan.

"Secara psikologis, nan terluka adalah self-esteem (harga diri), sense of safety, trust terhadap lingkungan sosial, body image, dan rasa tidak berdaya," katanya.

"Korban bisa terus mengulang percakapan tersebut dalam pikirannya (intrusive thought) dan dapat menjadi PTSD (post traumatic stress disorder), sebuah gangguan jiwa nan dipicu oleh peristiwa traumatis," lanjutnya.

Luapan Kekesalan Korban

Ketua BEM FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo mengatakan para korban dugaan pelecehan tidak bisa membendung amarahnya ketika berjumpa dengan para terduga pelaku dalam sebuah forum nan digelar di Auditorium DH UI.

"Terdapat keenam belas pelaku nan datang semalam. Teruntuk respons para korban, rasanya saya tidak dapat mewakili keseluruhan emosi korban dan saya menghargai apa nan mereka rasakan, tapi pastinya rasa kecewa dan jengkel pasti meliputi mereka nan menjadi korban," ujar Dimas.

Dimas menyebut permintaan maaf saja tidak cukup. Kata dia, perlu ada hukuman tegas kepada para pelaku nan berpihak kepada korban dalam kasus ini.

"Namun, pastinya perlu ditegaskan kembali bahwa permintaan maaf saja tidak bakal cukup, perlu ada hukuman nan tegas dan berpihak kepada korban dalam kasus ini," ujarnya.

(dpy/kna)

Sumber detik-health