Ultimatum 'menca-mencle' Trump Berujung Sepakat Gencatan Dengan Iran

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran berubah secara signifikan dalam hitungan hari hingga akhirnya mendadak mengumumkan gencatan senjata pada Rabu (8/4).

Dari melayangkan ancaman militer ekstrem di awal perang hingga akhirnya Trump mendadak menyepakati gencatan senjata dengan Iran apalagi menerima 10 tuntutan Teheran dan membuka ruang negosiasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan drastis ini menimbulkan pertanyaan: apa nan sebenarnya terjadi di kembali layar?

Sejak akhir Maret, Trump mengandalkan pendekatan tekanan maksimum untuk memaksa Iran tunduk pada tuntutan Washington dengan terus menggempur negara tersebut dengan support Israel.

Fokus utamanya adalah memaksa Teheran membuka Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia nan diblokade Teheran selama perang dengan AS, serta menerima kesepakatan baru nan lebih menguntungkan AS.

Namun, pendekatan ini tidak konsisten. Trump berulang kali mengeluarkan ultimatum kepada Iran dengan tenggat waktu nan berubah-ubah hingga akhirnya mengumumkan sepakat menunda serangan dan gencatan senjata selama dua pekan pada Rabu (8/4).

Berikut lini masa pernyataan dan ancaman Trump terhadap Iran:

2 Maret

Dua hari setelah melancarkan serangan berbareng Israel ke Iran, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih dia memproyeksikan perang dengan Teheran bakal berjalan empat hingga lima minggu. Meski begitu, Trump mengisyaratkan AS tetap mempunyai keahlian untuk melanjutkan perang jauh lebih lama dari proyeksi.

21 Maret

Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam: Iran kudu membuka Selat Hormuz alias menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya.

"Amerika Serikat bakal menyerang dan menghancurkan beragam PEMBANGKIT LISTRIK mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR!" tulisnya di Truth Social seperti dikutip ABC News.

23 Maret

Trump kembali mengunggah pesan di media sosial, seluruhnya dengan huruf kapital, mengumumkan perpanjangan waktu lima hari "TERGANTUNG PADA KEBERHASILAN PERTEMUAN DAN DISKUSI YANG SEDANG BERLANGSUNG."

[Gambas:Video CNN]

26 Maret

Trump menyatakan dalam unggahan media sosial bahwa dia "menunda periode penghancuran pembangkit daya selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026 pukul 20.00 waktu Timur AS."

"Pembicaraan sedang berjalan dan, meskipun ada pernyataan keliru dari media arus utama dan pihak lain, melangkah dengan sangat baik," tulisnya.

Ia kemudian menyebut perpanjangan ini diberikan lantaran Iran mengizinkan sejumlah kapal pengangkut minyak melintas dengan kondusif di Selat Hormuz.

4 April

Sekitar pukul 10 pagi, Trump kembali menulis di media sosial bahwa "waktu nyaris habis."

"48 jam lagi sebelum neraka betul-betul terjadi," paparnya menambahkan.

5 April

Pada Hari Paskah, Trump menyampaikan sejumlah pernyataan kepada pers dan di media sosial bahwa AS menetapkan tenggat Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu Timur AS untuk Teheran.

Ia juga mengunggah pernyataan bersuara kasar dengan menuntut Iran membuka selat tersebut alias "Selasa bakal menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan hancur, semuanya sekaligus, di Iran."

Kepada wartawan ABC News, Trump mengatakan jika tidak ada kesepakatan dalam 48 jam dengan Iran, "Kami bakal menghancurkan seluruh negara itu."

6 April

Dalam konvensi pers, Trump berulang kali melontarkan ancaman terhadap kepemimpinan Iran jika tidak mencapai kesepakatan dengan AS.

"Seluruh negara itu bisa dilenyapkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," ujarnya.

7 April

Retorika mencapai puncaknya. Trump kembali melontarkan ancaman melalui media sosial, mengisyaratkan kemungkinan serangan pada malam hari.

Trump menakut-nakuti bahwa "seluruh peradaban Iran bakal meninggal malam ini", sebuah pernyataan nan memicu kekhawatiran dunia bakal eskalasi besar, apalagi potensi bentrok berskala luas.

"Sebuah peradaban bakal meninggal malam ini, tidak bakal pernah kembali lagi. Saya tidak mau itu terjadi, tetapi kemungkinan besar bakal terjadi," tulisnya.

8 April

Trump menyatakan menunda serangan dan sepakat gencatan senjata selama dua pekan. Ia juga menuturkan AS menyepakati 10 tuntutan Iran dengan dalih AS telah mencapai tujuan dari perang. Padahal, terdapat poin-poin syarat dari Iran nan sebenarnya nyaris tidak mungkin dipenuhi AS.

(rds/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional