Jakarta, CNN Indonesia --
Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan menyetujui pencairan biaya miliaran dolar untuk Iran sebagai bagian dari kesepakatan menghentikan serangan rudal dan moda nirawak (drone) ke wilayah mereka.
Mengutip dari Reuters, sejumlah sumber nan mengetahui pembahasan itu menyebut UEA sepakat membuka akses biaya hingga US$10 miliar (setara Rp177 triliun) untuk Iran. Dari jumlah tersebut, lebih dari US$3 miliar disebut telah dicairkan.
Sementara dua sumber lain menyebut nilai biaya nan dibahas mencapai US$20 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Reuters, pengaturan itu merupakan bagian dari negosiasi nan lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
Sebagai imbalannya, Iran disebut bakal menghentikan serangan terhadap UEA serta membuka kesempatan pemulihan hubungan bilateral, termasuk kerja sama ekonomi dan intelijen.
Salah satu sumber mengatakan skema tersebut menjadi jalan tengah bagi kedua pihak.
"Iran bisa menyatakan memperoleh kompensasi atas kerugian perang, sementara Washington dapat menyatakan tidak bayar apa pun," kata sumber tersebut seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/6).
Aljazeera pun memberitakan perihal nan sama. Media massa nan berbasis di Doha, Qatar, itu memberitakan laporan tersebut muncul setelah hubungan Iran dan UEA memburuk selama bentrok berlangsung.
Selain itu, Reuters menyebut serangan Iran sempat mengguncang sektor pariwisata dan upaya Dubai nan selama ini mengandalkan gambaran keamanan dan stabilitas.
Namun, Kementerian Luar Negeri UEA membantah laporan tersebut.
"Uni Emirat Arab secara tegas membantah laporan mengenai transfer alias konversi biaya apa pun dari UEA kepada Republik Islam Iran, termasuk klaim mengenai US$3 miliar," demikian pernyataan Kemenlu UEA.
UEA menegaskan tidak ada biaya Iran nan dibekukan nan telah dicairkan, dipindahkan, alias disalurkan melalui negara tersebut.
Meski membantah info soal transfer dana, seorang pejabat UEA mengatakan negaranya terus mendukung upaya deeskalasi dan perdamaian di kawasan.
"Kebijakan luar negeri UEA dipandu oleh upaya mengurangi ketegangan dan mendorong perdamaian serta stabilitas jangka panjang di kawasan," ujarnya.
(lau/kid/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·