Jakarta -
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan jasa kereta rel listrik (KRL) lintas Cikarang-Bekasi kembali beraksi siang ini, setelah mendapatkan izin dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Apabila sudah ada clearance dari KNKT, siang ini kami bakal membuka kembali jasa KRL Jabodetabek nan dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beraksi lagi," katanya dalam konvensi pers di area Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Dudy mengatakan saat ini proses nan dilakukan adalah uji coba di area Stasiun Bekasi Timur sebelum operasional dibuka kembali. Baik uji coba rel untuk memastikan jalur nan dilintasi KRL kondusif maupun uji coba persinyalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk memastikan bahwa stasiun sini sudah bisa melayani kembali KRL, nan paling utama adalah keselamatan. Itu nan paling krusial nan mau kami tekankan kepada PT KAI dalam mempersiapkan pembukaan kembali stasiun Bekasi Timur," jelasnya.
Di luar itu, dia mengatakan saat ini proses pemindahan korban sudah selesai dilakukan. Berdasarkan info terakhir, jumlah korban baik nan meninggal maupun nan luka-luka adalah 106 penumpang.
"Yang meninggal bumi 15 penumpang, dan nan luka-luka 91. Dari 91 penumpang nan luka-luka, 38 penumpang sudah kembali. Nah angan kami bahwa sisanya InsyaAllah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul berbareng keluarga," ujar Dudy.
Sebagai informasi, pagi ini jasa KRL lintas Cikarang-Bekasi belum beroperasi. Sehingga perjalanan tetap dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa konsentrasi utama saat ini adalah memastikan proses pemindahan melangkah dengan kondusif dan terkoordinasi.
"Tim di lapangan terus melakukan pemindahan dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya bakal dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi," ujar Anne dalam keterangan resminya.
Peristiwa di wilayah Bekasi menghadirkan duka nan mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada seluruh pihak nan terdampak.
KAI memahami kondisi ini berakibat pada mobilitas pengguna dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nan terjadi.
"Informasi bakal terus diperbarui seiring perkembangan penanganan di lapangan. Untuk info lebih lanjut, pengguna dapat menghubungi Contact Center 121 alias kanal resmi KAI lainnya," tutup Anne.
(igo/fdl)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·