Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump panen kritik usai menyebut operasi pengamanan pilot jet tempur AS F-15E yang jatuh di Iran sebagai mukjizat Paskah.
Trump memakai istilah tersebut saat wawancara dengan NBC Meet the Press, Minggu (5/4), nan lantas memicu kritikan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyelamatan itu adalah mukjizat Paskah. Musuh besar dan ganas. Tapi, penyelamatnya brilian, kuat, tegas, dan tenang," ungkap Trump, dikutip Fox News.
Pesawat tempur F-15E ditembak pasukan Iran beberapa hari lampau dan jatuh di sekitar pegunungan. Satu kru mengalami luka tapi tetap bisa melangkah dan sudah ditemukan, sementara satu lagi hilang.
AS lampau mengerahkan puluhan pesawat tempur dan helikopter, serta ratusan pasukan operasi khusus, untuk menemukan kru tersebut. Mereka sempat saling serang dengan Iran tapi akhirnya sukses menemukan target.
Operasi pengamanan semacam itu, lanjut Trump, belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah musuh nan dianggap penuh kekerasan.
"Biasanya perihal ini tidak dilakukan lantaran dianggap mustahil. Militer nan begitu hebat. Tak tertandingi," imbuh dia.
Beberapa personil kabinet Trump turut menggemakan pesan serupa. Salah satunya Menteri Keuangan Scott Bessent menggunakan simbolisme Paskah dengan operasi pilot AS.
"Mukjizat Paskah dianggap sebagai kemenangan terbesar dalam sejarah," tulis Bessent di X.
"Oleh lantaran itu, sangat tepat di hari suci umat Kristen ini bahwa seorang prajurit Amerika nan pemberani diselamatkan dari kembali garis musuh dalam salah satu misi pencarian dan pengamanan terbesar dalam sejarah militer," imbuh dia.
Pernyataan Trump menuai kritik dari beragam pihak. Mantan personil DPR dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, menuduh Presiden AS ini mengingkari nilai-nilai Kristen.
Greene mengatakan bahwa umat Kristen di pemerintahan semestinya "mengupayakan perdamaian" daripada "meningkatkan perang."
Dia juga menyebut aliran Yesus menekankan pemaafan dan kasih sayang, termasuk terhadap musuh.
Dalam pesan terpisah nan menyinggung kepercayaan dengan langkah lain, Trump menakut-nakuti bakal menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran.
"Selasa bakal menjadi Hari Pembangkit Listrik, Hari Jembatan, semuanya digabung jadi satu di Iran. Tidak akan, ada nan seperti itu," ungkap Trump di media sosial buatannya, Truth Social.
Dia juga memaksa Iran untuk membuka jalur perdagangan minyak dunia Selat Hormuz.
"Buka Selat sialan itu, bandel alias Anda bakal hidup di neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah [Praise to be Allah/Alhamdulillah]," kata Trump.
Pernyataan itu juga menuai kritik dari Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). Mereka menyatakan penggunaan istilah "Segala puji bagi Allah" secara sembarangan dalam konteks kekerasan menunjukkan penghinaan terhadap umat Muslim dan kepercayaan nan diyakini.
"Ejekan terhadap Islam dan ancamannya untuk menyerang prasarana sipil adalah tindakan sembrono dan berbahaya," kata CAIR, dikutip Reuters.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·