Trump Mau Bebaskan Kapal Di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Turun

Sedang Trending 9 jam yang lalu

Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya bakal mulai membebaskan kapal-kapal komersial nan terjebak di Selat Hormuz imbas perang melawan Iran. Pernyataan tersebut membikin nilai minyak bumi langsung turun.

Harga minyak mentah Brent berjangka nan kerap dijadikan patokan dunia turun US$ 64 sen alias 0,59%, menjadi US$ 107,53 per barel pada pukul 23.08 GMT (06.08 WIB) hari ini. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS nan juga biasa dijadikan sebagai referensi dunia sekarang berada di level US$ 101,10 per barel, turun US$ 84 sen alias 0,82%.

Kurangnya kesepakatan tenteram AS-Iran membikin nilai minyak tetap berada di atas US$ 100 per barel. Terakhir, negosiasi kedua negara sempat bersambung selama akhir pekan ini, dengan kedua negara saling menilai respons masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perundingan perdamaian terhenti lantaran kedua belah pihak menolak untuk bergeming mengenai garis merah masing-masing," kata analis ANZ dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters, Senin (4/5/2026).

Diketahui, Trump menjadikan kesepakatan nuklir dengan Iran sebagai prioritas utama penyelesaian perang. Sementara Iran mengusulkan untuk menunda rumor nuklir hingga perang berhujung dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade nan saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk.

Atas dasar inilah, Trump kemudian menyatakan bahwa AS bakal membantu kapal-kapal nan hingga sekarang tetap terjebak di Selat Hormuz sejak pecah perang pada akhir Februari.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami bakal memandu kapal-kapal mereka dengan kondusif keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan bisa melanjutkan upaya mereka," tulis Trump dalam salah satu unggahan media sosial miliknya pada Minggu (3/5) waktu setempat.

Pada hari nan sama, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya alias OPEC mengatakan bakal meningkatkan sasaran produksi minyak 188.000 barel per hari pada Juni untuk tujuh negara anggota. Langkah ini dimaksudkan untuk menambah stok minyak dunia, sehingga nilai komoditas daya tersebut dapat segera mereda.

(igo/ara)

Sumber finance