Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas sepak bola di sela pertemuan konvensi tingkat tinggi (KTT) G7.
KTT G7 digelar di Evians Les Bains, Prancis pada 15-17 Juni. Kepala negara personil beserta tamu undangan termasuk Emir Qatar datang dalam pertemuan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum memulai pembahasan serius, samar-samar mereka terdengar membahas Champion League dan Ultimate Fighting Championship (UFC).
"Liga champion," kata Macron pada Selasa (16/6), dalam video nan diunggah AFP.
"Iya, Anda menang di Liga Champion," kata Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Pernyataan Carney merujuk ke klub sepak bola asal Prancis, Paris Saint Germain nan menjuarai Liga Champion.
"Dia tak senang. Dia pura-pura bahagia, tapi di dalam hatinya.. " ujar Al Thani tak melanjutkan kalimatnya.
"Tidak. Saya senang. Mereka tim Prancis. Jangan bilang begitu. Mereka tim Prancis," jawab Macron.
Macron lampau berbisik ke Trump nan duduk di sebelah kanan dia.
"Tamim dan Qatar, mereka pemilik Paris Saint German," kata dia ke Trump.
Macron lampau menerangkan PSG mempertahankan gelar di Liga Champion usai di musim sebelumnya juga jadi juara.
"Mereka menang dua kali," ujar dia.
Macron lampau mengalihkan pembicaraan soal Ultimate Fighting Championship (UFC), organisasi nan kerap menggelar pertarungan Mixed Martial Art alias bela diri campuran di Amerika Serikat.
"Teman-teman, Anda tidak berinvestasi di UFC," kata Macron.
"Tidak. Saya sudah memberi tahu tim Anda, reaksinya bakal lebih besar dan terus membesar," jawab Al Thani.
Emir Qatar itu kemudian mengatakan dulu tinju adalah olahraga terkenal nan digemari.
"Tapi sekarang beranjak ke UFC," ucap dia.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·