Jakarta -
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Selat Hormuz segera dibuka, dengan alias tanpa support Iran.
Trump menyatakan AS bakal membuka Hormuz kembali dan menyebut negara lain siap membantu. Ia mengakui langkah tersebut tidak mudah, tetapi menegaskan jalur itu bakal segera dibuka.
"Saya bakal mengatakan ini: kami bakal segera membukanya," ujar Trump dikutip dari AlJazeera, Sabtu (11/4/2026),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump tidak menjelaskan gimana AS bakal membuka jalur laut strategis tersebut, namun dia menolak rencana Iran nan mau mengenakan biaya kepada kapal untuk melintas di Selat Hormuz.
Iran bakal menarik biaya bagi kapal nan mau melintas dengan aman, apalagi jika kesepakatan tenteram dengan AS tercapai. Trump menegaskan AS tidak bakal membiarkan perihal itu terjadi.
"Jika mereka melakukan itu, kami tidak bakal membiarkan perihal itu terjadi," tambah Trump.
Ia juga menekankan prioritas utama dalam setiap kesepakatan adalah memastikan Iran tidak mempunyai senjata nuklir. Menurutnya, jika itu tercapai, Selat Hormuz bakal otomatis kembali dibuka.
Meski telah diumumkan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap nyaris terhenti, mengganggu sekitar 20% aliran minyak dan gas dunia.
Hanya dua kapal nan melintas pada Jumat, turun dari lima kapal sehari sebelumnya. Sejak gencatan senjata dimulai, hanya 22 kapal nan keluar dari selat tersebut, jauh di bawah rata-rata sekitar 135 kapal per hari sebelum perang.
Lebih dari 600 kapal, termasuk 325 kapal tanker, tetap tertahan di area Teluk akibat blokade tersebut. Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan memimpin perundingan di Islamabad pada Sabtu untuk membahas upaya mengakhiri perang secara permanen.
(ily/hns)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·