Trump Ancam Bombardir Oman, Iran Langsung Bereaksi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran langsung bereaksi menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump nan menakut-nakuti bakal membombardir Oman.

Ancaman tersebut disampaikan Trump untuk memperingatkan Oman agar tidak membantu negara tetangganya tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran kemudian merespons ancaman Trump tersebut dan menegaskan itu sebagai pernyataan "berbahaya" dan perilaku "bully" alias perundung.

Juru bicara Menteri Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan ancaman tersebut merupakan corak pelanggaran terhadap prinsip dasar norma internasional. Ia menilai Oman sebagai negara nan telah berkedudukan aktif sebagai mediator negosiasi perdamaian.

"Ancaman untuk 'menghancurkan' negara personil Perserikatan Bangsa-Bangsa nan selalu memainkan peran konstruktif, efektif, dan bertanggung jawab dalam perdamaian dan keamanan regional, serta telah menggunakan upaya mulianya dalam melayani perdamaian dan stabilitas regional sebagai mediator dalam proses diplomatik selama bertahun-tahun, bukan hanya pelanggaran terhadap prinsip dasar pelarangan ancaman penggunaan kekerasan, tetapi juga tanda rawan lain dari normalisasi pelanggaran norma dan intimidasi dalam hubungan internasional," kata Baghaei, dikutip dari Turkiye Today.

Ia menyatakan solidaritas Iran dengan "negara sahabat dan kerabat Oman" dan mengutuk apa nan digambarkannya sebagai "retorika menakut-nakuti dari pejabat Amerika terhadap Iran dan beberapa negara regional lainnya."

Banner Microsite Haji 2026

Baghaei juga mengutuk keras serangan AS di akomodasi militer Pelabuhan Bandar Abbas Iran dan menyebut mereka melakukan "aksi garang melawan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran.

Serangan itu juga dinilainya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap piagam PBB dan gencatan senjata 8 April. Baghaei kemudian menekankan kewenangan norma Iran untuk mempertahankan integritas teritorialnya berasas Pasal 51 Piagam PBB.

Trump sebelumnya melontarkan ancaman meledakkan Oman jika bekerja sama dengan Iran mengenai penutupan Selat Hormuz.

"Tidak ada nan bakal mengendalikannya. Ini perairan internasional, dan Oman bakal berperilaku seperti negara lain, alias kami kudu meledakkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka bakal baik-baik saja," kata Trump dikutip dari Aljazeera.

Sejauh ini, Oman dikenal sebagai negara nan netral belum menyatakan keinginannya untuk berasosiasi dengan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. AS dan Oman adalah sekutu dekat nan telah terjalin lebih dari 200 tahun.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional