Transaksi Kripto Ri Turun Jadi Rp 24,33 Triliun

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan jumlah transaksi aset digital mata uang digital secara bulanan (month-to-month). Hingga Februari 2026, transaksi aset mata uang digital di Indonesia turun sekitar 16,9% dari Rp 29,28 triliun menjadi Rp 24,33 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menjelaskan penurunan transaksi mata uang digital terjadi seiring turunnya nilai secara global. Meski begitu, dia menyebut jumlah konsumen mata uang digital di Indonesia tumbuh 1,76% mencapai 21,07 juta.

"Pada Februari 2026 nilai transaksi aset mata uang digital tercatat sebesar Rp 24,33 triliun dan nilai transaksi derivatif AKD tercatat sebesar Rp 5,07 triliun. Posisinya telah menurun dibandingkan posisi Januari 2026 dan ini sejalan dengan penurunan nilai sejumlah aset mata uang digital utama di global," ungkap Adi dalam konvensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Adi mengatakan ada sebanyak 315 kali permintaan konsultasi dari calon peserta sandboxing. Hingga saat ini, OJK sendiri telah terdapat empat peserta sandbox nan telah melakukan proses uji coba. Adapun rinciannya, tiga penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dengan model upaya aset finansial digital dan aset mata uang digital serta satu pendukung pasar.

"Sebelumnya terdapat empat peserta dengan model upaya tokenisasi emas, tokenisasi surat berbobot dan tokenisasi faedah kepemilikan properti nan telah mendapatkan status lulus uji coba sandboxing, serta satu peserta dengan model upaya identitas digital nan telah mendapatkan status tidak lulus dari uji coba sandboxing ini," jelasnya.

Adi menambahkan, ada sebanyak delapan pemeringkat angsuran pengganti (PKA) dan 17 penyelenggara agregasi jasa finansial (PAJK) nan telah sukses menjalin 1.313 kemitraan dengan lembaga jasa finansial dari beragam sektor. Selain itu, tercatat sebanyak 24,91 juta permintaan info skor angsuran dengan jenis PKA selama bulan Februari 2026.

"Selama bulan Februari 2026, penyelenggara ITSK dengan jenis PAJK ini telah sukses menyelesaikan transaksi nan disetujui mitra senilai Rp 1,71 triliun dengan jumlah pengguna PAJK tercatat 16,65 juta pengguna nan tersebar di seluruh wilayah Indonesia," pungkasnya.

(acd/acd)

Sumber finance