Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Iran resmi mendarat di Amerika Serikat (AS) untuk Piala Dunia 2026 di tengah situasi geopolitik nan memanas. Striker jagoan Iran, Mehdi Taremi, mengakui bahwa tingginya tensi politik dan beragam hambatan di luar lapangan telah "merusak kegembiraan" pesta sepak bola terakbar ini.
Kehadiran Iran di Piala Dunia 2026 mencetak sejarah kelam, di mana untuk pertama kalinya negara tuan rumah menerima kehadiran tim dari negara nan sedang terlibat bentrok bersenjata dengan mereka.
Skuad Iran tiba di Los Angeles setelah sempat tertahan di Tijuana, Meksiko, akibat persoalan visa nan berbelit. Masalah ini apalagi membikin sejumlah ofisial tim dan wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk ke AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tensi seperti ini merusak kegembiraan dan menodai pesan perdamaian nan selalu digaungkan FIFA. Saya sudah merasakan ketegangan ini sejak hari pertama kami tiba," ujar Taremi, penyerang nan merumput berbareng Olympiakos, seperti dilansir Irish Examiner.
Setibanya di hotel tempat mereka menginap di Manhattan Beach, skuad Iran langsung disambut oleh demonstran dari organisasi diaspora Iran di California. Pengamanan ketat pun diberlakukan secara masif, melibatkan kepolisian, anjing pelacak, hingga drone pengawas.
Kendati demikian, pembimbing Timnas Iran Amir Ghalenoi menegaskan konsentrasi anak asuhnya tidak bakal terpecah oleh urusan politik luar lapangan.
"Kami di sini hanya untuk bermain sepak bola dan mewakili seluruh masyarakat Iran, baik nan ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Kami bukan orang politik," tegasGhalenoi menjelang laga pembuka Grup G melawan Selandia Baru di So-Fi Stadium, LosAngeles.
Persiapan Iran kian pincang setelah penyerang bintang mereka, Sardar Azmoun, dilaporkan dicoret dari skuad. Azmoun dikabarkan memicu kemarahan pemerintah Iran setelah mengunggah foto berbareng penguasa Uni Emirat Arab (UEA), negara nan terlibat bentrok dengan Iran.
Selain masalah skuad, FIFA sekarang juga bersiap menghadapi potensi suporter nan nekat membentangkan bendera historis Iran sebelum Revolusi Islam berupa gambar singa dan matahari, nan statusnya resmi dilarang di dalam stadion sepanjang turnamen.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
1 hari yang lalu

English (US) ·
Indonesian (ID) ·