Jakarta, CNN Indonesia --
Tiga pasukan penjaga perdamaian PBB alias (UNIFIL) nan menjadi korban serangan teranyar di pedoman Hisbullah, Lebanon, pada Jumat (3/4) merupakan personil Tentara Nasonal Indonesia (TNI).
"Iya betul [pasukan UNIFIL nan terluka merupakan WNI]," ujar National Information Officer Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia, Siswa Widyawati, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tiga korban nan dilaporkan, dua di antaranya mengalami luka parah.
Kedua korban nan mengalami luka parah telah dibawa ke rumah sakit setempat dan sekarang berada dalam kondisi stabil.
Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel mengatakan, kejadian terjadi pada sore hari di salah satu posisi pasukan PBB.
"Sore ini, sebuah ledakan di posisi [pasukan penjaga perdamaian] PBB melukai tiga prajurit, dua di antaranya mengalami luka berat," ujar Ardiel.
Kendati demikian, hingga sekarang penyebab ledakan tetap belum diketahui dengan pasti.
"Kami belum tahu asal ledakannya," ujar Ardiel.
Insiden ini menjadi serangan ketiga nan menimpa pasukan UNIFIL di tengah meningkatkan eskalasi bentrok antara Israel dan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.
"UNIFIL mengingatkan semua pihak mengenai tentang tanggungjawab mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas pertempuran di dekatnya nan dapat membahayakan mereka," ujar Ardiel.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI nan berasosiasi di UNIFIL juga tewas dalam dua serangan berbeda di Lebanon dalam kurun waktu 24 jam.
Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam serangan tersebut.
(lau/asr)
Add
as a preferred source on Google
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·