Terungkap Warga As Cap Trump Lemah Gegara Hasil Perang Lawan Iran

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga survei membeberkan 35 persen warga Amerika Serikat meyakini posisi Negeri Paman Sam malah terlihat melemah usai perangi Iran sejak 28 Februari lalu.

Survei Reuters/Ipsos Poll merilis hasil survei tersebut pada Selasa (23/6). Mereka membuka jajak pendapat selama lima hari dan ditutup pada Minggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jajak pendapat tersebut melibatkan 1.262 responden di seluruh AS dengan margin 3 poin.

Menurut survei itu sebanyak 35 persen responden meyakini AS berada dalam posisi nan lebih lemah. Hanya sekitar 23 persen, dan setengahnya dari Republik, nan berpikir AS lebih kuat setelah perang dengan Iran.

Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan ketenaran Presiden Donald Trump turun hingga 34 persen, terendah sejak menjadi kepala negara AS di periode kedua.

Selain itu, Survei Reuters/Ipsos Poll meminta pendapat responden soal biaya nan dikeluarkan AS selama perang dengan Iran.

Hanya 24 persen penduduk AS berpikir ongkos nan dikeluarkan selama perang sepadan dengan kemenangan Negeri Paman Sam. Sementara itu, sebagian responden beranggapan bentrok itu tak sepadan.

Tak hanya itu, survei juga mengungkap sekitar 63 persen penduduk AS meyakini nota kesepahaman (MoU) AS-Iran nan ditandatangani tak menghasilkan kesepakatan tenteram nan kekal bagi kedua negara.

Sekitar separuh dari Partai Republik dan delapan dari 10 pendukung Demokrat mengatakan kesepakatan itu tidak mungkin membawa perdamaian. Hanya 18 persen penduduk AS nan memandang perdamaian kekal sebagai perihal nan mungkin terjadi.

AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari. Operasi ini memicu penutupan Selat Hormuz sebagai pembalasan dari Teheran hingga perang nan sempat terjadi berbulan-bulan.

Kemudian pekan lalu, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian meneken MoU nan diharapkan jadi kerangka mengakhiri perang.

Sebagai bagian dari MoU itu, mereka juga diberi waktu 60 hari untuk negosiasi. Perundingan terakhir digelar di Burgenstock, Swiss, pada Minggu-Senin.

Hasil negosiasi itu berupa pembentukan golongan kerja, pencairan aset Iran hingga US$12miliar nan dibekukan AS, hingga perizinan penjualan minyak mentah serta petrokimia Iran.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional