CNN Indonesia
Selasa, 14 Apr 2026 06:03 WIB
Ilustrasi. Kamu pasti pernah terbangun sebelum sirine berbunyi. Sebenarnya mana nan sebaiknya dilakukan, melanjutkan tidur alias memutuskan untuk bangun saja? (iStockphoto/bymuratdeniz)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bangun lebih awal sebelum alarm bersuara terkadang bikin galau antara langsung bangun alias memanfaatkan sisa waktu untuk lanjut tidur.
Sebenarnya mana nan sebaiknya dilakukan, melanjutkan tidur alias memutuskan untuk bangun saja?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman Real Simple, para mahir tidur menjelaskan bahwa keputusan untuk kembali tidur alias tidak nyatanya tak sesederhana itu. Jawabannya adalah tergantung pada waktu Anda terbangun dan fase tidur nan tengah berlangsung.
Ada kondisi ketika keputusan untuk tidur lagi bisa bermanfaat, tetapi ada situasi nan justru bakal bikin Anda merasa lebih 'berat' saat bangun nanti.
Ketika Anda terbangun sekalipun hanya sebentar, sebenarnya itu dapat mengganggu proses pemulihan tubuh saat tidur.
Dokter pengobatan integratif Lamees Hamdan menjelaskan bahwa dalam kondisi ideal, tubuh bakal melewati beberapa tahap tidur, mulai dari non-REM dalam hingga REM.
"Selama tidur nan sehat, otak melewati siklus tidur non-REM dalam (untuk perbaikan fisik, aktivitas imun, pelepasan hormon pertumbuhan) dan tidur REM (untuk pemrosesan memori, izin emosi, dan pemulihan otak)," ujar Hamdan.
"Saat terbangun tengah malam lampau kembali tidur, tubuh sementara keluar dari pola tidur normalnya dan kemudian mencoba masuk kembali ke dalamnya," imbuhnya.
Gangguan ini bisa memicu lonjakan sementara pada hormon stres seperti kortisol, debar jantung, dan tingkat kewaspadaan. Sebab otak menganggap kondisi terbangun sebagai sinyal sebelum kembali tenang.
Namun tak perlu khawatir, terbangun di malam hari merupakan perihal nan lumrah dan dapat terjadi sesekali tanpa kita sadari.
Yang perlu diwaspadai ketika terbangun terjadi terlalu sering tiap malam lantaran dapat mengganggu tidur dalam dan REM. Dampaknya pada tubuh antara lain kelelahan, gangguan mood, hingga meningkatnya stres.
Lebih baik lanjut tidur alias bangun saja?
Nah, jika Anda terbangun sebelum sirine berbunyi, sebaiknya apa nan dilakukan? Para mahir mengatakan bahwa keputusan untuk kembali tidur alias tidak dipengaruhi oleh waktu dan kondisi tubuh saat itu.
Merujuk Sleep Foundation, orang dewasa nan sehat umumnya memerlukan 7 hingga 9 jam tidur berbobot setiap malam untuk menjaga kesehatan tubuh serta kegunaan kognitifnya.
Ketika Anda terbangun, apakah lama tidurmu sudah cukup dan memenuhi sekitar 7 hingga 9 jam?
Dikutip dari laman Fortune, jika lama tersebut belum terpenuhi maka Anda disarankan untuk kembali tidur.
Namun ada satu pengecualian penting. Kalau sirine bakal bersuara dalam waktu 90 menit alias kurang, maka sebaiknya tidak usah tidur lagi.
Hal ini dijelaskan oleh penasihat medis utama Sleepopolis Raj Dasgupta. Katanya, satu siklus tidur komplit berjalan sekitar 90 menit. Jika Anda terbangun di tengah siklus ini, tubuh bisa mengalami sleep inertia.
Sleep inertia ditandai dengan rasa pusing, linglung, dan kesulitan berkonsentrasi nan sering dirasakan banyak orang setelah bangun tidur.
Meski begitu, bangun lebih awal tidak selalu berfaedah buruk. Dasgupta menyebut, jika Anda terbangun sekitar 30 menit alias kurang sebelum sirine berbunyi, itu justru bisa menjadi sinyal nan baik.
"Itu adalah tanda bahwa agenda tidur Anda sudah selaras dengan ritme sirkadian," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kondisi tertentu memang tidak perlu memaksakan diri untuk kembali tidur, terutama jika tubuh sudah terasa cukup segar alias waktu bangun sudah dekat.
Para mahir menyarankan untuk tetap beristirahat dengan tenang sebagai pengganti jika tidak mau langsung beranjak dari kasur.
"Jika Anda tidak bisa tidur, berebahan dengan tenang adalah pilihan terbaik berikutnya. Hal ini bisa memberikan beberapa faedah seperti meditasi," ujarnya.
Intinya, Anda perlu mendengarkan sinyal tubuh. Jika terbangun tengah malam dan tetap mengantuk, lanjutkan tidur. Tapi jika sudah betul-betul terjaga dan mendekati waktu sirine berbunyi, lebih baik adalah bangun agar tidak mengalami linglung dan pusing.
(fef)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·