Teori Konspirasi Trump Time Traveler, Sketsa Umur Seabad Jadi 'bukti'

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta -

Sebuah sketsa berumur seabad memancing teori konspirasi liar di internet. Teori nan tentu tidak berasas kebenaran tersebut meyakini bahwa Presiden Amerika Serikat sekarang, Donald Trump, adalah penjelajah waktu.

Sejumlah sketsa berumur 100 tahun karya seniman kelahiran Prusia, Charles Dellschau, dipercaya menyimpan petunjuk bahwa presiden dan putra bungsunya Barron merupakan time traveler.

Para fans teori persekongkolan menyoroti kata 'TRUMP' nan tertulis di beberapa gambar. Ditambah dengan gambar orang berbulu pirang nan mengemudikan perahu bercap 45, dan topi aluminium foil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian ada buku-buku nan diyakini menguatkan teori persekongkolan gila itu. Melansir The Post, pada tahun 1890-an, Ingersoll Lockwood menulis kisah-kisah nan menampilkan seorang anak laki-laki berjulukan Baron Trump nan tinggal di Kastil Trump nan mewah. Dia melakukan petualangan nan dipandu oleh seorang mentor bijak, Don.

Penggemar teori mengatakan kemiripan nan luar biasa dengan Barron Trump terlalu asing untuk diabaikan. Dalam 'The Last President,' Lockwood membayangkan pemungutan bunyi nan kacau di New York dan kerusuhan di Fifth Avenue.

Cerita makin liar lagi dengan bahan bakar 'anti-gravitasi' imajiner Dellschau, nan disebut NB Gas alias 'supe', nan menggerakkan mesin terbangnya. Para fans UFO menunjukkan bahwa itu sangat mirip dengan apa nan disebut pemerintah sebagai Unidentified Anomalous Phenomena (UAP). UAP sendiri telah dijanjikan Trump bakal diungkap ke publik.

Yah, namanya juga di internet. Hasilnya, netizen langsung merangkai bebas teori-teori dengan mengaitkan tulisan alias gambar nan ada.

Menurut The New Yorker, om Donald Trump, guru besar MIT John G. Trump, pernah meninjau makalah Nikola Tesla. Menurut para penganut teori konspirasi, makalah itu mungkin saja berisi teknologi perjalanan waktu rahasia.

Sampai saat ini, belum ada bukti kuat soal adanya perjalanan waktu. Bahkan Stephen Hawking pernah coba membikin pesta untuk menarik time traveler, tapi tidak pernah ada orang nan datang memeriahkan acaranya.


(ask/ask)


Sumber detik-inet