Temui Dasco-purbaya Di Dpr, Bos Bi Sepakati 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan koordinasi otoritas moneter dan fiskal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah terjalin erat. Koordinasi ini tidak hanya dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat nilai tukar rupiah.

Hal tersebut dia ungkap usai berjumpa Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2025).

"Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan, gimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat, dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya berbareng melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," ungkap Perry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2 Cara Jaga Rupiah

Ia menjelaskan, ada dua langkah menjaga rupiah nan disepakati dalam pertemuan tersebut. Pertama, meningkatkan daya tarik imbal hasil untuk menarik arus biaya asing nan dianggap bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Dengan kenaikan kembang luar negeri, memang itu ada outflow, ada saham dan SBN dan juga mini di SRBI. Oleh lantaran itu, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil agar inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," terangnya.

Langkah kedua, moneter dan fiskal menyepakati untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar finansial dan perbankan. Langkah ini dapat dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah tetap dikelola BI dengan peningkatan kembang nan dibayarkan moneter ke fiskal.

"Menjaga kecukupan likuiditas di pasar duit dan perbankan dengan langkah pengelolaan kas pemerintah tetap di BI, tapi tentu saja ada peningkatan remunerasi alias kembang nan dibayarkan BI kepada pemerintah. Dengan demikian operasi moneter itu tetap melangkah untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung," jelasnya.

Perry menegaskan, koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal sudah terjalin kuat. Ia mengatakan koordinasi tersebut juga bakal terus diperkuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

"Untuk sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas nilai makro ekonomi sesuai dengan dinamika nan ada, dengan kepercayaan bahwa esensial ekonomi kita itu bagus," pungkasnya.

(ahi/ara)

Sumber finance