Tempe dan tahu termasuk makanan tradisional favorit di Indonesia. Keduanya sudah sering menjadi bagian dari menu makanan sehari-hari. Selain rasanya nan berkawan di lidah, tempe dan tahu juga dikenal lantaran harganya nan relatif terjangkau. Karena itu, keduanya sering menjadi sumber protein nan praktis di Indonesia.
Meski berasal dari bahan nan sama, langkah pengolahannya berbeda sehingga kandungan gizi serta faedah kesehatannya pun tidak persis sama.
Mungkin banyak nan sering bertanya-tanya, antara tempe dan tahu sebenarnya mana nan lebih unggul?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diolah dengan Cara Berbeda dari Bahan nan Sama
Keduanya berasal dari bahan baku nan sama ialah kedelai. Tahu dibuat dari sari kedelai. Kedelai direndam, digiling dengan air, lampau disaring hingga menghasilkan cairan putih nan sering disebut susu kedelai. Cairan ini kemudian dipanaskan dan diberi bahan penggumpal sehingga proteinnya membentuk gumpalan lembut. Setelah dipres, jadilah tahu dengan tekstur nan lembut dan sedikit berair.
Tempe dibuat lewat proses nan lain. Kedelai nan sudah direbus, dicampur dengan ragi tempe nan mengandung jamur Rhizopus. Selama sekitar satu sampai dua hari, jamur ini tumbuh dan membentuk lapisan putih nan menyatukan biji kedelai menjadi satu keping tempe. Mikroorganisme di dalamnya membantu memecah beberapa senyawa kompleks dalam kedelai sehingga unsur gizi menjadi lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh.
Kandungan Gizi Tahu vs Tempe
Jika dilihat dari kandungan nutrisinya, keduanya sama sama merupakan sumber protein nabati nan baik. Namun ada beberapa perbedaan nan cukup menarik.
Dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), 100 gram tempe mengandung sekitar 20,8 gram protein. Pada jumlah nan sama, tahu mengandung sekitar 10,9 gram protein. Perbedaan ini terutama dipengaruhi oleh kandungan air. Tahu mempunyai kadar air nan lebih tinggi sehingga kepadatan proteinnya pun lebih rendah.
Tempe juga mengandung lebih banyak serat lantaran kedelai digunakan secara utuh. Tahu dibuat dari sari kedelai sehingga sebagian seratnya sudah terpisah selama proses pembuatan. Kandungan energi, lemak, karbohidrat, dan mineral kalium pada tempe lebih banyak daripada tahu. Tempe mengandung daya 201 kkal, lemak 8,8 gram, karbohidrat 13,5 gram, dan kalium 234 mg. Sedangkan tahu mengandung daya 80 kkal, lemak 4,7 gram, karbohidrat 0,8 gram, dan kalium 50,6 gram.
Proses fermentasi pada tempe juga membantu meningkatkan kesiapan penyerapan protein dan beberapa mineral. Artinya, tubuh bisa menyerap nutrisi dalam tempe dengan lebih optimal.
Manfaat Tahu vs Tempe
Tempe mempunyai kelebihan lantaran proses fermentasi menghasilkan senyawa bioaktif tambahan. Selama fermentasi, sebagian masam fitat nan dapat menghalang penyerapan mineral bakal berkurang. Mineral seperti unsur besi dan seng pun menjadi lebih mudah diserap tubuh.
Penelitian nan dimuat dalam International Journal of Gastronomy and Food Science tahun 2021 menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai fermentasi dapat membantu mendukung kesehatan metabolik, termasuk membantu menjaga kadar kolesterol dalam darah.
Tahu juga tidak kalah bermanfaat. Teksturnya nan lembut membikin tahu mudah dicerna oleh beragam golongan usia, termasuk anak anak dan lansia. Kandungan lemaknya relatif lebih rendah sehingga sering menjadi pilihan bagi orang nan sedang menjaga asupan kalori.
Isoflavon dalam kedelai juga banyak diteliti lantaran potensinya dalam membantu menjaga kesehatan jantung serta mendukung keseimbangan hormon.
Perhatikan Cara Memasaknya
Cara mengolah tahu dan tempe rupanya dapat memengaruhi faedah kesehatannya. Salah satu metode nan paling umum di Indonesia adalah menggoreng, namun proses ini sering menambah jumlah lemak lantaran bahan makanan menyerap minyak.
Metode memasak seperti mengukus, menumis dengan sedikit minyak dapat membantu mempertahankan kualitas nutrisi sekaligus mengurangi tambahan kalori dari minyak. Memilih minyak nan stabil terhadap panas serta menghindari penggunaan minyak berulang juga krusial agar kualitas gizi dari makanan tetap terjaga.
Mana nan Lebih Unggul?
Jika dilihat dari kepadatan nutrisi dan manfaatnya, tempe sedikit lebih unggul. Kandungan protein nan lebih tinggi serta adanya senyawa bioaktif hasil fermentasi memberi tempe nilai tambah dari sisi kesehatan.
Namun tahu tetap merupakan sumber protein nabati nan sangat baik. Kandungan nutrisinya tetap mendukung kebutuhan tubuh dan teksturnya nan lembut membuatnya lebih mudah dikonsumsi oleh banyak orang.
Dalam pola makan sehari hari, keduanya justru bisa saling melengkapi. Mengonsumsi tahu dan tempe secara bergantian bisa bantu memberikan ragam nutrisi sekaligus membikin menu harian tidak terasa monoton. Keduanya sudah lama menjadi hidangan nan saling melengkapi, menghadirkan pilihan makanan nan sederhana, bergizi, dan tetap ramah di kantong.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·