Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memastikan Indonesia bakal memperkuat kerjasama militer dengan Jepang di bagian industri pertahanan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal itu diungkapkan Sjafrie saat menjamu kunjungan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi dan menyampaikan pernyataan berbareng ( joint statement) di instansi Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berdua sudah sepakat untuk mendorong kerja sama secara substantif di bagian industri pertahanan dan juga di bagian pembangunan pengawakan dari personel-personel antara kedua negara Indonesia dan Jepang dengan memperhatikan kepentingan nasional masing-masing," kata Sjafrie.
Menurut Sjafrie, kerja sama di bagian industri pertahanan dengan Jepang merupakan langkah strategis lantaran bakal berakibat pada penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Jepang dinilai mempunyai keahlian nan mumpuni di bagian teknologi pertahanan terutama di bagian pengembangan perangkat utama sistem senjata (alutsista).
Dengan bekerja sama dengan Jepang, diharapkan terjadi transfer teknologi dan pengetahuan pengetahuan nan dapat meningkatkan kualitas industri pertahanan dalam negeri.
Tidak hanya itu, Sjafrie dan Koizumi juga bakal memperkuat kerja sama di bagian misi kemanusiaan, terkhusus penanggulangan bencana.
Seluruh poin kerja sama itu bakal dibahas dalam pertemuan tertutup antara Sjafrie dan Koizumi hari ini.
Pertemuan itu nantinya bakal ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerjasama pertahanan nan bakal ditandatangani oleh Sjafrie dan Shinjiro.
Sementara itu, Koizumi menilai kerja sama pertahanan dengan Indonesia merupakan langkah strategis di tengah meningkatnya tensi bentrok global, termasuk di area Timur Tengah.
"Kesamaan nilai-nilai dasar ini bakal memberikan kontribusi besar bagi perdamaian dan stabilitas, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga area secara keseluruhan," kata Koizumi dalam sesi nan sama.
Menurut Koizumi, Indonesia dan Jepang mempunyai sejumlah kesamaan mendasar, antara lain sebagai negara kepulauan, sehingga perlu memperkuat kerja sama di bagian pertahanan maritim.
Ia menyebutkan, dalam pertemuan tersebut kedua pihak membahas sejumlah kesempatan kerja sama, di antaranya keamanan maritim, latihan militer bersama, pengembangan perangkat utama sistem senjata (alutsista), serta teknologi pertahanan.
Koizumi menilai pembahasan tersebut menjadi bukti eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Jepang nan telah terjalin sejak lama.
Dengan penguatan kerja sama itu, diharapkan kapabilitas pertahanan kedua negara semakin meningkat dan hubungan bilateral terus berkembang.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·