Seskab Teddy Angkat Bicara Soal Isu Potong Gaji Menteri Buat Efisiensi

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka-bukaan soal nasib wacana pangkas penghasilan pejabat negara termasuk menteri untuk efisiensi di tengah krisis energi. Menurutnya sampai saat ini belum ada keputusan apapun soal wacana tersebut.

Mulanya, ketika ditanya awak media soal wacana pangkas gaji, Teddy enggan menjawab dan meminta agar pihak nan mengungkapkan rumor tersebut menjawab.

"Tanya ke nan sampaikan," ujar Teddy ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya lagi apakah wacana ini bakal dibahas, Teddy mengungkapkan semua usulan efisiensi dan penghematan pasti dirapatkan pemerintah. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan bulat soal wacana pangkas gaji.

"Tanya kepada nan sampaikan kemarin, untuk konsep-konsep itu bakal dirapatkan beberapa hari ini, kelak kita lihat, belum ada keputusan apapun," sebut Teddy.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa salah satu menteri nan cukup sering buka bunyi soal opsi pemotongan penghasilan menteri di tengah upaya efisiensi pemerintah. Efisiensi dilakukan agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3%.

Purbaya mengaku tak masalah jika kelak gajinya sebagai Menteri Keuangan dipotong. Sambil bercanda, Purbaya menyebut dirinya sudah mempunyai banyak uang.

"Nggak apa-apa (kalau penghasilan didpotong), kan banyak duitnya. Potong berapa misalnya?" banyolan Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026) kemarin.

Purbaya memprediksi jumlah penghasilan menteri nan dipotong mencapai 25%. Namun nomor tersebut belum final dan hanya prediksi pribadinya. "Kayaknya 25%, mungkin. Belum, belum (belum ada pembicaraan resmi). Saya tebak kira-kira 25%," tuturnya.

Bendahara Negara lampau mengakui adanya pembicaraan nan mengarah pada kebijakan pangkas penghasilan menteri. Lagi-lagi iya menegaskan keputusan itu belum final dan berada di tangan Prabowo.

"Ada pembicaraan seperti itu tapi keputusan terakhirnya tetap belum clear ya," tutup Purbaya.

(acd/acd)

Sumber finance