PALANGKA RAYA – Capaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga pekan pertama Juni 2026 tercatat baru mencapai 30 persen. Menyikapi perihal tersebut, Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, meminta pihak eksekutif, khususnya Badan Pendaptan, untuk memaksimalkan seluruh sektor pendapatan daerah.
Menurut Junaidi, optimasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci utama agar program-program prioritas, termasuk janji politik Gubernur mengenai support Rp500 juta per desa, dapat terpenuhi pada tahun anggaran mendatang.
”Mudah-mudahan, walaupun berasas paparan kemarin untuk sementara sampai minggu pertama Bulan Juni, pergerakan capaian APBD kita baru bergerak di 30 persen. Harapan kita pemerintah provinsi, terkhusus Dinas Pendapatan, bisa menggenjot pendapatan dari semua sektor,” ujar Junaidi usai rapat paripurna di gedung DPRD Kalteng, Rabu, 17 Juni 2026 malam.
Ia menargetkan agar pada bulan November mendatang, realisasi pendapatan APBD 2026 dapat mencapai 100 persen. Hal ini dinilai krusial agar janji politik Gubernur dapat terealisasi secara bertahap.
”Sehingga di bulan 11 kelak capaian APBD kita bisa tercapai 100 persen, sehingga janji politik Gubernur bisa terpenuhi,” imbuhnya.
Junaidi menambahkan, jejeran DPRD Kalteng mempunyai kepercayaan kuat bahwa pemerintah wilayah mempunyai niat baik untuk merealisasikan program tersebut. Pihaknya menyatakan siap mendukung dan mendorong penuh upaya tersebut selama kondisi finansial wilayah menunjukkan tren positif.
”Namun, jika menurut pandangan kita, kita berkeyakinan ini bukan tidak mau membantu, tapi tertunda saja. Kita di DPRD sepakat mendukung dan mendorong jika memang finansial kita membaik,” pungkasnya.
(Syauqi)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·