Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menyatakan telah menembak jatuh dua jet tempur milik Amerika Serikat (AS) kemarin, Jumat (3/4). Selain jet tempur F-35, Iran juga menembak jatuh pesawat A-10 Warthog.
Jika F-35 milik AS ditembak jatuh di wilayah barat daya Iran, A-10 Warthog ditembak di sekitar Selat Hormuz.
Hal ini dinyatakan ahli bicara Markas Besar Pusat militer Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan Al Jazeera nan mengutip The New York Times, pilot A-10 disebut selamat. Sementara itu, nasib salah satu kru F-15 tetap belum diketahui.
Sejumlah media AS melaporkan satu personil kru F-15 telah ditemukan dan diselamatkan, sedangkan satu lainnya tetap dalam pencarian.
Presiden AS Donald Trump juga sudah mengakui kejadian ini. Ia mengatakan kejadian tersebut tidak bakal memengaruhi proses negosiasi dengan Iran.
"Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang dalam perang," ujar Trump kepada NBC News.
Media pemerintah Iran telah merilis foto-foto puing jet F-15. Dalam gambar tersebut terlihat bangku pelontar komplit dengan parasut nan terpasang.
Setelah jet tersebut dijatuhkan, Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengejek Trump nan sering menyatakan telah memenangi perang ini.
"Setelah 'mengalahkan' Iran 37 kali berturut-turut, perang tanpa strategi nan brilian ini sekarang telah turun level dari 'pergantian rezim' menjadi 'Hei! Bisakah seseorang menemukan pilot kami? Tolong?'," tulis Ghalibaf dalam sebuah unggahan di media sosial.
Pejabat Iran mengimbau penduduk sipil untuk mencari kru pesawat nan selamat.
Menurut instansi buletin semi-resmi Iran, ISNA, Gubernur provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di Iran mengatakan siapa pun nan menangkap kru tersebut bakal diberikan penghargaan.
Jurnalis Al Jazeera Ali Hashem melaporkan, Iran menyebut keberhasilan ini sebagai bagian dari keahlian baru sistem pertahanan nan dikembangkan pascaperang sebelumnya.
"Pihak Iran selama beberapa hari terakhir, sejak 19 Maret, telah menyatakan bahwa mereka memperkenalkan sistem baru nan mereka kembangkan setelah perang 12 hari," kata Hashem nan melaporkan langsung dari Teheran.
Warga Iran merayakan
Suasana seremoni dilaporkan terjadi di jalanan Iran setelah penembakan jet AS tersebut. Jurnalis Al Jazeera Mohamed Vall menyebut penduduk tampak berselebrasi usai Iran sukses menjatuhkan pesawat milik Amerika Serikat.
"Ada seremoni di jalan-jalan, pemandangan nan kita lihat setiap malam sejak awal perang, namun ada semangat baru nan meluap dalam seremoni malam ini," kata Mohamed Vall.
Rakyat Iran menegaskan inilah nan telah mereka janjikan sejak hari pertama.
Mereka telah menjanjikan kejutan-kejutan baru dan menyatakan mereka mempunyai keahlian nan belum dikerahkan dalam perang ini. Mereka mengungkap perihal itulah nan terlihat dalam penembakan pesawat AS ini.
Rakyat Iran menjanjikan lebih banyak serangan dan mengatakan AS telah salah lantaran meremehkan keahlian tentara Iran dan IRGC (Garda Revolusi Iran).
"Pesan nan disampaikan di sini adalah pesan perlawanan dan kemenangan. Orang-orang memandang perihal ini sebagai performa luar biasa dari militer Iran dan ini memberikan moral baru bagi tentara serta masyarakat nan mendukung pemerintah," ujar Mohamed Vall.
Pernyataan-pernyataan soal jatuhnya pesawat AS ini tetap minim detail. Namun, kedua pesawat tersebut telah terkonfirmasi ditembak jatuh dan beberapa helikopter serta drone juga telah ditargetkan, dengan beberapa drone sukses dijatuhkan.
Belum ada komentar langsung mengenai kejadian ini dari Pentagon maupun Komando Pusat AS (CENTCOM) nan mengawasi operasi militer di Timur Tengah dan sebagian besar Asia.
Pada klaim-klaim Iran sebelumnya mengenai penjatuhan jet AS, CENTCOM biasanya sigap membantah laporan tersebut.
Sejumlah politisi AS merespons laporan ini dengan menyampaikan support kepada militer Negeri Paman Sam.
"Saya bermohon bagi kepulangan kru di dalam jet tempur tersebut dengan selamat dan bagi semua pihak nan berupaya menyelamatkan mereka dalam kondisi rawan ini," kata Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dalam unggahannya di media sosial X.
Sejak dimulainya perang pada 28 Februari, AS telah kehilangan tiga jet tempur F-15 dalam apa nan disebutnya sebagai kejadian tembakan kawan (friendly fire) di atas Kuwait.
Sebuah pesawat pengisi bahan bakar militer AS juga jatuh di Irak bulan lalu, menewaskan keenam personil krunya.
Trump dan pembantu utamanya berulang kali menyatakan AS telah menghancurkan seluruh pertahanan udara Iran sejak perang dimulai.
Myles Caggins, seorang pensiunan kolonel Angkatan Darat AS dan peneliti senior non-residen di New Lines Institute, menyebut jatuhnya jet ini sebagai "peristiwa signifikan" bagi militer AS.
"Senjata pertahanan udara utama Iran telah dihancurkan pada hari-hari pertama perang melalui serangan udara alias dinonaktifkan melalui serangan siber nan canggih, namun tetap ada sistem pertahanan udara portabel (MANPADS), dan kemungkinan sistem jenis itulah nan dibawa oleh satu orang nan bisa menembak jatuh F-15 ini," kata Caggins.
(dhz/sur)
Add
as a preferred source on Google
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·