Sejumlah Ruas Jalan Di Buntok Tergenang Air Hujan, Dprd Barsel Minta Dpupr Segera Tangani

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

BeritaKalteng.com, BUNTOK – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, Raden Sudarto meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat agar segera melakukan penanganan terhadap drainase di Buntok nan dinilai tetap belum maksimal.

Permintaan ini disampaikan oleh laki-laki nan berkawan disapa Haji Alex ini di Buntok, Senin (6/4/2026).

Raden Sudarto alias nan berkawan disapa Haji Alex, mengungkapkan bahwa ada sejumlah drainase di Buntok nan perlu penanganan.

Dia menerangkan beberapa titik nan kudu menjadi perhatian, lantaran langsung tergenang andaikan terjadi hujan, ialah Bundaran Simpang Lima, Jl. Pelita Raya, Jl. AMD, Jl. Panglima Batur, Jl. Kihajar Dewantara dan beberapa letak lainnya.

“Seperti contoh pada Minggu malam kemaren terjadi hujan deras, maka di beberapa titik di Ibu Kota Barsel ini langsung tergenang. Itu lantaran drainase kurang bagus, sehingga perlu perbaikan agar air hujan bisa langsung mengalir ke sungai,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar dinas melaksanakan perbaikan sebaik mungkin, sehingga bisa mengatasi genangan air hujan dengan baik.

“Kasihan masyarakat, tempat tinggalnya sampai kebanjiran lantaran drainase kurang bagus. Kita harapkan pembangunan ini betul-betul arahnya untuk kepentingan masyarakat. Ini salah satu aspirasi masyarakat, agar Pemerintah Daerah bisa mengatasinya,” tutur Haji Alex.

“Harapan kita, pembangunan ini betul-betul untuk kepentingan masyarakat. Drainase kudu dibersihkan dan diperdalam agar tidak terjadi lagi genangan saat hujan deras,” tukas dia.

Foto : Sekretaris DPUPR Barsel, Hawinu.

Merespon permintaan ini, Kepala DPUPR Barsel, Ita Minarni melalui Sekretaris, Hawinu, membeberkan bahwa dinas telah menugaskan sejumlah pegawai mereka untuk melakukan pengecekan dan penanganan ke lapangan.

“Ijin menyampaikan, tim dari pemeliharaan rutin mulai hari ini dan besok sedang mensurvey wilayah nan (menjadi) letak genangan,” tuturnya melalui pesan singkat.

Proses pengecekan/survey tersebut, jelas dia lagi, untuk memastikan di mana saja letak drainase dimaksud dan untuk menentukan seberapa besar penanganan nan kudu dilakukan.

“Semoga dapat menangani nan bisa ditangani terlebih dulu (minor). Apabila penanganannya memerlukan pekerjaan besar bakal coba didata dan dilaporkan kepada ketua mengenai tindaklanjutnya,” tandas Hawinu.

Sumber berita-kalteng