Sampai Kapan Harga Emas Mengalami Pelemahan?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Pelemahan nilai membayangi komoditas emas. Dalam dua hari terakhir saja, nilai emas ANTAM telah mengalami penurunan hingga Rp 75 ribu per gram. Hari ini nilai emas berada di kisaran Rp 2,8 juta per gram, makin menjauhi level Rp 3 juta.

Lantas, sejauh mana nilai emas bakal mengalami pelemahan? Pengamat pasar duit Ibrahim Assuaibi memprediksi paling rendah nilai emas bisa berada di kisaran Rp 2,75 juta per gram.

Baginya, penurunan nilai emas tidak bakal berjalan lama dan jatuh terlalu dalam. Harga emas sangat naik turun mengikuti perkembangan geopolitik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau seandainya turun pun juga kemungkinan besar hanya di Rp 2,75 juta. Itu level terendah," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2026).

Adapun ketika ditanyai apakah mungkin nilai emas bakal mencapai level Rp 2 juta per gram, Ibrahim mengatakan perihal itu susah terjadi. Pasalnya rupiah terus mengalami pelemahan nan menurutnya bakal menjadi masa kejayaan dari emas itu sendiri.

"Nah jika seandainya bahwa logam mulia itu bakal turun di bawah Rp 2 juta sangat sulit. Karena apa? kudu ingat bahwa rupiah terus mengalami pelemahan. Pelemahan rupiah nan sekarang sudah di atas Rp 17.300 ini mengindikasi bahwa logam mulia itu bakal kembali berhasil lagi," ujar Ibrahim.

Senada, Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan nilai emas bakal tetap berpotensi mengalami penguatan. Hal ini lantaran pelaku pasar bakal tetap mencari aset safe haven untuk mengantisipasi akibat krisis maupun bentrok geopolitik.

"Ke depannya, jangka nan lebih panjang, nilai emas tetap berpotensi naik. Pelaku pasar tetap bakal mencari aset safe haven untuk berhati-hati dari krisis alias bentrok nan bakal terus ada ke depannya," kata Ariston ketika dihubungi detikcom.

Adapun turunnya nilai emas belakangan ini terjadi lantaran bentrok AS Iran nan tetap bersambung hingga hari ini lantaran ketidakjelasan negosiasi penghentian perang nan mengganggu suplai minyak mentah dunia. Hal ini menyebabkan nilai minyak naik lagi dan bakal menaikan nilai barang-barang lainnya dan menaikan inflasi.

"Aset safe haven dollar AS menjadi semakin menarik lantaran ekspektasi kenaikan inflasi ini menaikan tingkat imbal hasil obligasinya. Tingkat imbal hasil nan semakin menarik ini memicu peralihan aset dari safe haven emas ke dollar AS sehingga nilai emas turun belakangan ini dan dollar AS menguat," ujar Ariston.

(hrp/hal)

Sumber finance