Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, Pemerintah Lanjut 'buang' Dolar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka bunyi mengenai nilai tukar rupiah nan kian melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga Rp 17.423 alias menguat 0,17% sore ini. Berdasarkan info historis, nomor ini menjadikan rupiah terlemah sepanjang masa terhadap dolar AS.

Menurutnya, pelemahan ini tetap sejalan dengan pergerakan mata duit negara lainnya akibat eskalasi bentrok geopolitik di Timur Tengah nan tetap berlangsung. Di mana sebagian mata duit juga melemah terhadap dolar AS.

Selain itu, pelemahan rupiah terhadap mata duit Paman Sam ini seiring meningkatnya permintaan dolar untuk memenuhi kebutuhan ibadah haji maupun pembayaran dividen perusahaan kepada penanammodal asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya juga pada saat ibadah haji permintaan terhadap dolar meningkat. Jadi kelak kita juga bakal memonitor kebutuhan tersebut, dan biasanya di kuartal kedua juga ada pembayaran dividen. Jadi permintaan terhadap dolar tinggi," kata Airlangga dalam konvensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Meski begitu, Airlangga mengatakan saat ini pemerintah berbareng Bank Indonesia sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi tekanan dolar AS terhadap rupiah. Salah satunya dengan melakukan swap currency alias pertukaran mata duit lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

"Tetapi kita sudah mempersiapkan dengan Bank Indonesia mengenai swap currency dengan China, kemudian dengan beragam negara lain termasuk Jepang, Korea, dan nan lain," ujarnya.

"Sehingga diharapkan ke depan kita bakal terus mempersiapkan komposisi mengenai tingkat utang dan surat berbobot nan bisa kita terbitkan, nan sifatnya seperti dari China ataupun dalam yen untuk menjaga tekanan terhadap dolar AS," sambung Airlangga.

(igo/fdl)

Sumber finance