Rsud Dr Murjani Siapkan Command Center Si Penyang Untuk Pantau Ibu Hamil Berisiko Tinggi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

SAMPIT – RSUD dr Murjani Sampit terus mengembangkan penemuan pelayanan . Dalam waktu dekat, rumah sakit milik (Kotim) itu bakal meluncurkan Command Center Si Penyang alias Sistem Informasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Bayi nan terintegrasi dengan puskesmas.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan penemuan tersebut merupakan bagian dari upaya menekan nomor kematian ibu dan bayi melalui pemantauan kondisi pasien secara lebih sigap dan terkoordinasi.

Melalui sistem tersebut info pemeriksaan ibu mengandung nan diinput petugas di puskesmas bakal langsung terbaca secara real time di RSUD dr Murjani.

“Informasi itu kemudian menjadi bahan kajian untuk mendeteksi potensi akibat sejak dini,” kata Yulia, Sabtu 6 Juni 2026.

RSUD Murjani sebagai command center dari puskesmas-puskesmas dalam mendukung program penurunan nomor kematian ibu dan bayi.

“Jadi sebelum pasien dirujuk ke Murjani, kondisi mereka sudah bisa kami pantau sehingga saat tiba di rumah sakit kami sudah mengetahui tindakan nan kudu dilakukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem bakal menampilkan perkembangan kondisi ibu mengandung berasas hasil pemeriksaan antenatal care (ANC). Setiap kondisi bakal diberikan parameter warna mulai dari hijau, kuning hingga merah nan menunjukkan tingkat akibat kehamilan.

Apabila ditemukan ibu mengandung dengan akibat tinggi alias berpotensi mengalami kegawatdaruratan, sistem bakal mengirimkan notifikasi kepada tim di RSUD dr Murjani. Dengan demikian rumah sakit dapat mempersiapkan penanganan apalagi sebelum pasien tiba.

“Jangan sampai kami menerima pasien rujukan di IGD dalam kondisi nan sudah berat, baik ibunya maupun bayinya. Dengan sistem ini kami berambisi semua bisa diprediksi sejak awal sehingga penanganan menjadi lebih sigap dan tepat,” katanya.

Yulia menambahkan, selama ini info ibu mengandung sebenarnya sudah tersedia di puskesmas melalui pemeriksaan rutin. Namun melalui Si Penyang, info tersebut bakal terhubung langsung dengan rumah sakit sehingga koordinasi dapat melangkah lebih baik.

Nantinya RSUD dr Murjani juga bakal mempunyai dashboard pemantauan nan menunjukkan letak puskesmas dengan ibu mengandung berisiko tinggi.

Informasi tersebut bakal membantu tenaga melakukan antisipasi lebih awal terhadap kemungkinan komplikasi kehamilan.

Program Si Penyang direncanakan diluncurkan pada pertengahan Juni 2026. Sebagai tahap awal, penerapan dilakukan di Puskesmas Baamang 2 dan Puskesmas Sebabi nan dipilih sebagai pilot project.

Kedua puskesmas tersebut mewakili wilayah perkotaan dan luar kota. Setelah dilakukan evaluasi, sistem bakal diterapkan secara berjenjang hingga menjangkau seluruh puskesmas di Kabupaten Kotim. (Nardi)

Sumber info-lokal