Jakarta, CNN Indonesia --
Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin menghadapi laga berat ketika mengalahkan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul di Thomas Cup 2026. Selain ketangguhan lawan, tantangan lain datang dari service judge.
Dalam laga musuh Peeratchai/Pakkapon, Fajar/Joaquin beberapa kali terkena service fault ketika melakukan servis. Salah satu nan krusial adalah ketika mereka sedang mendapatkan match point di nomor 20-18.
Fajar pun beberapa kali protes mengenai service fault nan dialamatkan padanya. Ia protes ke service judge maupun ke umpire nan memimpin pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup jengkel dengan keputusan-keputusan service judge tapi bukan hanya untuk kami tapi juga untuk pasangan Thailand saya rasa," ucap Fajar seperti dikutip dari rilis PBSI.
Dalam laga tersebut, Peeratchai juga dinyatakan service fault ketika mendapat match point di nomor 21-20.
Sedangkan bagi Joaquin, laga musuh Peeratchaoi/Pakkapon betul-betul jadi pelajaran berbobot bagi dirinya.
"Mungkin total 6 kali di-fault servis saya dan a' Fajar. Cukup mengganggu tapi kami coba tidak memikirkan itu, konsentrasi cari satu poin demi satu poin lagi."
"Ini jadi pengalaman berbobot untuk saya. Senang sekali di Piala Thomas bisa berpasangan dengan a' Fajar lampau di bangku pembimbing ada koh Anton dan koh Hendra. Saya banyak mendapat ilmu," tutur Joaquin.
(ptr/jun)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·