Reaksi Menkes Budi Saat Namanya Disebut Jadi Kandidat Kuat Dirjen Who

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Jakarta -

Nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belakangan santer disebut sebagai salah satu kandidat kuat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO. Sejumlah media internasional apalagi menilai Budi mempunyai kesempatan besar untuk memimpin lembaga kesehatan dunia tersebut.

Namun saat dimintai tanggapan soal berita itu, Budi justru merespons santai.

"Iya?" kata Budi sembari tertawa saat ditanya wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama kemudian, dia melontarkan candaan.

"Saya jadi ikatan wartawan saja," ujarnya.

Sebelumnya, media internasional Devex melaporkan Budi merupakan salah satu nama nan disebut-sebut berkesempatan menjadi Dirjen WHO berikutnya. Dilaporkan, dalam wawancara dengan Devex di sela-sela World Health Assembly ke-79 di Jenewa, BGS mengaku sudah membicarakan kesempatan tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.

Meski begitu, dia menegaskan pencalonan Direktur Jenderal WHO bukan keputusan individu, melainkan kudu diajukan secara resmi oleh negara.

"Saya bakal mengonfirmasi setelah negara mengirimkan surat resmi, lantaran menjadi Direktur Jenderal WHO bukan pengajuan individu, melainkan kudu diajukan oleh negara," kata BGS, lapor Devex.

Ia juga mengungkapkan Presiden Prabowo telah membahas kesempatan tersebut dengannya dan merasa bangga jika Indonesia dapat mengambil peran lebih besar di tingkat global.

Nama BGS juga muncul dalam laporan Health Policy Watch. Media itu menyebut Menteri Kesehatan Indonesia menjadi salah satu kandidat nan diperhitungkan untuk memimpin WHO di tengah tantangan pembiayaan dan reformasi organisasi.

Laporan tersebut menyoroti latar belakang Budi sebagai mantan bankir nan dinilai mempunyai keahlian pengelolaan finansial nan dibutuhkan WHO. Selain itu, reformasi sistem kesehatan dan digitalisasi jasa kesehatan nan dilakukan Indonesia pascapandemi COVID-19 juga disebut menjadi nilai tambah.

Sejumlah sumber internasional apalagi menyebut Budi mendapat support dari sejumlah negara Asia dan dinilai berpotensi menjadi jembatan antara negara-negara berkembang dan negara maju dalam mendorong reformasi WHO.

Jika nantinya resmi maju dan terpilih, BGS bakal menjadi orang Indonesia pertama nan memimpin salah satu badan unik utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

(naf/naf)

Sumber detik-health