Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dan Iran akhirnya gencatan senjata setelah bertempur sejak 28 Februari lalu.
Gencatan senjata ini diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4) usai dia menunda membombardir situs daya Iran buntut penutupan Selat Hormuz.
Iran akhirnya mau memulai perundingan dan membuka Selat Hormuz setelah Trump menyepakati 10 tuntutan Teheran sebagai syarat gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran menganggap gencatan senjata ini kemenangan lantaran AS mau menerima semua permintaannya. Sementara itu, Trump juga mengeklaim kemenangan atas Iran dengan dalih gencatan senjata tercapai lantaran perang sudah "melampaui tujuan militer AS."
Berbagai negara telah merespons kesepakatan gencatan senjata ini. Berikut reaksi negara-negara di dunia.
Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik keputusan AS dan Iran untuk gencatan senjata.
Melalui unggahan di akun media sosial resmi PM Israel, Netanyahu menyampaikan support terhadap langkah Trump nan ditujukan membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz.
"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menunda serangan terhadap Iran selama dua pekan dengan syarat Iran membuka segera selat (Hormuz) dan menghentikan seua serangan terhadap AS dan Israel serta negara-negara," tulis Netanyahu, Rabu (8/4).
Netanyahu juga menuturkan negaranya turut mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tak lagi menjadi ancaman bagi AS, Israel, negara-negara Arab, dan dunia.
Meski begitu, dia menegaskan gencatan senjata ini tidak termasuk penghentian serangan terhadap Lebanon.
Irak
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Irak juga menyambut baik berita gencatan senjata antara AS dan Iran.
Kemlu Irak menyampaikan kedua pihak kudu berkomitmen penuh pada kesepakatan nan terjalin agar perdamaian jangka panjang terwujud.
"Sembari menegaskan support kementerian terhadap upaya regional dan internasional untuk mengatasi krisis dan memprioritaskan perbincangan dan diplomasi, kementerian menekankan perlunya komitmen penuh terhadap gencatan senjata dan menahan diri dari segala corak eskalasi," demikian pernyataan Kemlu Irak, seperti dikutip Al Jazeera.
Mesir
Kemlu Mesir juga telah menanggapi keputusan gencatan senjata antara Iran dan AS.
Melalui pernyataan resmi, Kemlu Mesir menyebut langkah ini merepresentasikan kesempatan nan banget krusial nan kudu dicapai guna memberikan ruang bagi negosiasi.
Kemlu Mesir juga manyampaikan komitmen untuk melanjutkan upaya berbareng Pakistan dan Turki guna mendorong keamanan dan stabilitas di kawasan.
Kemlu Mesir juga menggarisbawahi bahwa pembicaraan antara AS dan Iran kudu "mempertimbangkan kekhawatiran keamanan nan sah" dari negara-negara Teluk.
PBB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah merespons gencatan senjata ini.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik keputusan tersebut sembari menyerukan seluruh pihak mematuhi segala kesepakatan nan ada.
Guterres menekankan "penghentian permusuhan diperlukan untuk melindungi nyawa penduduk sipil dan meringankan penderitaan masyarakat". Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pakistan selaku negara nan terlibat dalam memfasilitasi perdamaian.
Jepang
Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara juga menyambut baik keputusan kedua negara untuk menghentikan perang.
Minoru mengatakan keputusan tersebut merupakan "langkah positif" dan Jepang menantikan "keputusan final" nan baik.
Minoru juga menyebut deeskalasi permusuhan kudu tetap menjadi prioritas utama.
Malaysia
Kemlu Malaysia mengatakan gencatan senjata AS-Iran merupakan "perkembangan signifikan [dan] merupakan langkah krusial terhadap deeskalasi ketegangan, serta memulihkan perdamaian dan stabiltas" di Timur Tengah.
Kemlu Malaysia lantas menyerukan "semua pihak menghormati sepenuhnya kesepakatan dan mengimplementasikan semua ketentuan gencatan senjata dengan iktikad baik guna mencegah pecahnya kembali perselisihan."
Negeri Jiran juga meminta AS-Iran menghindari segala tindakan provokasi maupun sepihak nan dapat berakibat negatif pada stabilitas nan tetap rentan.
Australia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese serta Menteri Luar Negeri Penny Wong mengeluarkan pernyataan berbareng nan juga menyambut baik gencatan senjata AS-Iran.
Canberra berambisi langkah ini mengarah pada resolusi jangka panjang, lantaran perang kedua negara telah mengakibatkan krisis bagi dunia.
"Penutupan Iran atas Selat Hormuz, ditambah dengan serangan terhadap kendaraan komersial, prasarana sipil, dan akomodasi minyak dan gas, menyebabkan guncangan pada pasokan daya nan belum pernah terjadi sebelumnya, serta berakibat pada nilai minyak dan gas," demikian pernyataan berbareng Albanese dan Wong.
"Kami sudah menekankan, semakin lama perang ini berlangsung, semakin signifikan dampaknya terhadap perekonomian dunia dan semakin besar pula biaya kemanusiaannya," lanjut mereka.
Indonesia
Kemlu Republik Indonesia (RI) juga menyambut baik kesepakatan ini.
Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan perkembangan tersebut mencerminkan upaya untuk tetap membuka ruang komunikasi guna mendorong deeskalasi konflik.
"Terkait kesepakatan gencatan senjata ini, tentunya pemerintah Indonesia menyambut baik. Kesepakatan ini dibuka selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, dan perkembangan ini mencerminkan adanya upaya dari para pihak untuk tetap membuka ruang komunikasi guna mendorong deeskalasi," ujar Yvonne dalam konvensi pers di Kemlu RI, Rabu (8/4).
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·