Jakarta, CNN Indonesia --
Ratusan fans motor gede namalain moge Harley-Davidson nan berada di bawah naungan H.O.G Anak Elang Harley-Davidson bersiap menggelar arena touring tahunan. Rute kali ini cukup menantang dan panjang dimulai dari Jakarta menuju Bali.
Suherli, Direktur HOG Anak Elang Jakarta Chapter, menyampaikan aktivitas nan bakal melibatkan sedikitnya 125 riders ini bakal dilakukan pada 6-10 Mei 2026.
"Dari 125 personil ini, nantinya bakal dibagi ke dalam lima grup selama perjalanan," kata Suherli di dealer Anak Elang Harley-Davidson, Jakarta, Minggu (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan nan sama, Budi Nugraha, Wakil Ketua H.O.G. Anak Elang Jakarta Chapter menegaskan aktivitas kali ini tak hanya konsentrasi pada titik tujuan akhir, melainkan juga keselamatan serta kenyamanan seluruh peserta hingga pengguna jalan lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Touring ini bukan sekadar perjalanan biasa lantaran melibatkan banyak peserta dengan jarak tempuh panjang. Disiplin serta kesiapan tim menjadi perihal nan sangat penting," ujar Budi.
Secara teknis, Budi menerangkan semua peserta bakal dibagi ke dalam lima grup guna memastikan kelancaran lampau lintas selama perjalanan. Lalu setiap grup dikawal dan didukung kendaraan pendamping.
Panitia turut menyiapkan dua unit ambulans komplit dengan tenaga medis, Special Assistant Support (SAS), tim mekanik, serta mobil pendukung guna mengantisipasi beragam kondisi di perjalanan.
Kemudian peserta, lanjut Budi, bakal memulai perjalanan dari Jakarta menuju Solo, dilanjutkan ke Malang, Banyuwangi, hingga akhirnya sampai Bali.
Seluruh rute juga telah melalui proses survei guna memastikan kepantasan jalan untuk dilalui rombongan moge ini. Secara umum, kondisi jalan dinilai baik, meski terdapat beberapa titik nan perlu diwaspadai, khususnya di wilayah Lumajang dan beberapa ruas dengan perbaikan jalan lainnya.
Menurut Budi perjalanan kali ini bakal melewati jalur tengah dan selatan. Pemilihan rute bermaksud menghindari kepadatan lampau lintas, terutama kendaraan berat seperti Truk dan Bus nan umum melintas di jalur utama utara.
"Meski begitu, tetap ada tantangan seperti kondisi jalan di beberapa wilayah nan kudu diantisipasi," ungkap Budi.
Kondisi fisik
Selama perjalanan panitia telah menetapkan patokan waktu dan jarak tempuh rehat guna menjaga bentuk para riders. Katanya, para riders hanya boleh berkendara sejauh 100 km nonstop alias maksimal dua jam.
Pada etape Solo-Malang misalnya nan mempunyai jarak sekitar 317 kilometer. Peserta bakal berakhir tiga kali, termasuk untuk pengisian bahan bakar dan makan siang.
Selain itu panitia juga telah mengadakan sesi safety riding, khususnya bagi personil baru nan bakal mengikuti touring jarak ini.
"Kami juga selalu didukung tim medis dan ambulans selama perjalanan," kata Budi.
Tak hanya konsentrasi pada perjalanan, riding tersebut juga diisi oleh aktivitas sosial di Malang dan Banyuwangi. Bali sendiri dipilih sebagai tujuan akhir lantaran dikenal mempunyai daya tarik tersendiri serta mudah diakses oleh member nan kebetulan tak ikut touring.
Budi pun optimistis aktivitas ini bakal melangkah lancar sehingga memberi pengalaman berkesan bagi seluruh peserta.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·