Rahasia 'healing' Aldi Taher Hadapi Kanker: Rutin Baca Al-quran

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Mendapatkan diagnosa kanker tentu menjadi pukulan berat bagi siapa pun, tak terkecuali Aldi Taher. Namun, alih-alih larut dalam kesedihan nan berkepanjangan, Aldi memilih untuk membangun pola pikir positif demi membantu proses pemulihannya. Ia percaya bahwa kesembuhan bukan hanya soal mengobati fisik, melainkan juga menenangkan jiwa melalui pendekatan spiritual. Aldi tidak memungkiri bahwa pada awalnya dia merasa sangat terpukul.

"Manusia jika dikasih sakit pasti denial, gak terima, gak percaya, sedih," ungkapnya.

Namun, titik kembali terjadi saat dia mulai rutin membaca Al-Quran. Baginya, aktivitas tersebut memberikan ketenangan nan luar biasa dan mengubah langkah pandangnya terhadap penyakit nan diidapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah pas saya mulai baca Al-Quran, saya mulai nerima ujian dan alhamdulillah mindset saya nan tadinya berpikir sakit itu satu perihal nan buruk, Malah saya berpikir sakit itu hidayah lantaran Allah sayang," jelas Aldi.

Ia bercerita bahwa Al-Quran menurutnya adalah syifa alias obat nan membantu proses pengobatan dari sisi jiwa alias ruh.

Meskipun sangat mengandalkan spiritualitas, Aldi menekankan bahwa perawatan medis tetap menjadi prioritas utama. Baginya, kedua perihal tersebut kudu melangkah beriringan tanpa perlu dipertentangkan. Ia menjalani enam kali sesi kemoterapi lantaran kankernya tidak memungkinkan untuk dioperasi.

"Kita berobat kerumah sakit, berobat kerumah sakit itu mengobati fisik, Al-Quran mengobati ruh, kolbu, jadi bersinergi," tegasnya.

Aldi juga berpesan kepada sesama pejuang kanker untuk selalu meminta perlindungan kepada Sang Pencipta dan menjaga hati agar tetap tenang. Ia meyakini bahwa ketika ruh dalam kondisi tenang, proses healing alias pengobatan bentuk secara medis bakal bekerja jauh lebih cepat.

"Kita baca Al-Quran, ruh kita tenang, healingnya lebih sigap kan. Tambah lagi medis juga ada bekerja, toh medis juga kan ilmunya Allah," pungkasnya.


(kna/kna)

Sumber detik-health