Jakarta, CNN Indonesia --
Arsenal melangkah tegap penuh percaya diri hingga kejuaraan memasuki bulan Maret. Teriakan Quadruple apalagi mengapung di udara, menggema di angkasa namun dalam waktu singkat, satu per satu perihal itu lenyap.
Arsenal betul-betul tampil solid sejak awal tahun hingga pertengahan Maret. Dari 21 laga nan dimainkan, Arsenal hanya menelan satu kekalahan ialah menghadapi Manchester United. Di luar itu, Arsenal merebut 15 kemenangan dan lima hasil imbang.
Kondisi itu membikin Arsenal tetap berdiri kokoh di puncak klasemen Liga Inggris, lolos ke final Carabao Cup, melaju ke perempat final Piala FA, dan tetap memperkuat di babak perempat final Liga Champions.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepercayaan diri betul-betul tergambar dalam diri Arsenal dan juga para pendukungnya. Bahkan salah satu indikasi juara, menang saat main jelek, juga sudah dilakukan oleh Arsenal.
Si Gajah diyakini tidak bakal lagi terjatuh lagi di atas pohon. Bahkan bukan hanya gelar Liga Inggris, gelar-gelar kejuaraan lainnya macam Carabao Cup, Liga Champions, dan FA Cup juga dinilai bisa direbut Arsenal nan tampil impresif hingga Maret.
Namun nan kemudian, di saat Arsenal dalam posisi bagus, satu per satu mimpi jelek nan terjadi musim-musim sebelumnya dan sudah coba dikubur dalam-dalam oleh Arsenal dan pendukungnya, mulai bangkit dan keluar mengganggu perjalanan Arsenal di fase akhir kompetisi.
Sebelum FIFA Matchday digelar, Arsenal kalah dari Manchester City di Carabao Cup. Kekalahan itu bukan hanya membikin Arsenal kandas meraih quadruple, tetapi juga mulai meruntuhkan kepercayaan diri Arsenal.
Bahkan jarak internasional tidak juga menolong Arsenal. Ketika Arsenal kembali berkompetensi di Piala FA, mereka tumbang dari Southampton. Southampton nan saat ini berkompetensi di bagian Championship jelas tidak masuk dalam hitungan sebagai musuh nan bisa menyingkirkan Arsenal dari FA Cup.
Arsenal dalam masa susah saat ini lantaran hanya sekali menang dalam empat laga terakhir di seluruh kompetisi. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)
Dua kekalahan beruntun, diselingi jarak internasional, membikin Arsenal berada dalam masalah serius. Mereka sudah kehilangan kesempatan meraih dua gelar dalam waktu singkat. Semua kegembiraan di awal Maret mulai lenyap.
Quadruple sudah tak lagi bisa digenggam dan treble juga menghilang. nan tersisa tinggal double lewat kejuaraan Liga Inggris dan Liga Champions.
Baca lanjutan buletin ini di laman berikut >>>
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·