Purbaya Mendadak Izin Tinggalkan Konferensi Pers Apbn, Ada Apa?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendadak meninggalkan ruangan Konferensi Pers APBN KITA di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan Jakarta. Alasannya lantaran ada tamu penting.

Meski begitu, Purbaya tidak menjelaskan siapa tamu krusial tersebut. Ia bilang tamu tersebut tidak bisa dia suruh untuk menunggu selesai Konferensi Pers APBN KITA. Jika perihal itu terjadi, dia mengaku bakal kena marah.

"Saya izin dulu ya, ada tamu nan penting, nan nggak bisa saya suruh tunggu, kelak saya dimarahin," ujarnya dalam konvensi pers APBN KITA, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena dia tidak melanjutkan jalannya agenda tersebut, maka dia menyerahkannya kepada Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara.

"Diteruskan oleh Pak Suahasil," katanya.

Purbaya meninggalkan ruangan Konferensi Pers saat masuk sesi tanya jawab dengan awak media.

Sebelumnya, Purbaya terlebih dulu memaparkan keahlian APBN tahun 2026 serta isu-isu ekonomi.

Salah satu nya, soal adanya dugaan nan menyebut pelemahan rupiah disebabkan lantaran fiskal nan goyah. Menurut Purbaya rumor ini sudah tersebar luas di masyarakat.

Purbaya menjelaskan, pihak nan lebih berkuasa mengurusi rupiah adalah Bank Indonesia (BI). Saat buletin ini ditulis, dolar AS berada pada level Rp 17.423 alias menguat 0,17%.

"Orang juga banyak bilang Indonesia fiskalnya goyah maka rupiahnya melemah dan lain-lain. Kalau rupiah tanya BI ya, jangan tanya saya. Mereka nan berkuasa menjawab," kata Purbaya dalam konvensi pers APBN KiTA di instansi Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Purbaya menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 tetap dalam kondisi terkendali. Berdasarkan data, defisit tercatat sebesar Rp 240,1 triliun alias setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit APBN sepanjang tahun di bawah pemisah 3% sesuai kreasi fiskal. Ia juga mengingatkan agar nomor defisit kuartal I tidak disederhanakan dengan langkah mengalikannya empat kali untuk memproyeksikan setahun penuh.

"Surplus dan defist, mencapai Rp 240,1, itu defisti, itu 0,93% dari PDB. Tapi kelak jangan dikali 4, lantaran setiap tahun bakal beda belanjanya dan siklus incomenya beda, siklus belanjanya beda, nan jelas sepanjang tahun bakal kita kendalikan di bawah 3% sesuai dengan kreasi APBN," ujarnya.

"Jadi defisit Rp 240,1 itu 0,93%. Kalo dikali 4 berapa? Orang di pasar kan gitu ngalinya empat, itu 3,6% katanya. Itu itungannya ngaco, lantaran APBN turun naik, income juga naik, ada siklusnya," sambung Purbaya.

(hrp/hns)

Sumber finance