Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap beberapa penyebab penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Selain lantaran peningkatan volume impor, Purbaya mencurigai ada praktik bandel dari pengusaha.
Ia menemukan ada peralatan impor nan sebenarnya sudah menyelesaikan seluruh proses administrasi, namun tidak segera diambil oleh importir. Barang tersebut dibiarkan menumpuk di penyimpanan area pelabuhan selama berbulan-bulan.
Ia menduga sebagian importir sengaja membiarkan barangnya berada di pelabuhan lantaran biaya nan dikeluarkan lebih murah dibandingkan menyewa penyimpanan di luar area pelabuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada satu lagi masalah bahwa peralatan nan sudah clear segala macem itu tidak diambil oleh importir dan ditumpuk di sini selama berbulan bulan. Mungkin lantaran dendanya lebih murah mereka biarkan saja di sini," kata Purbaya saat meninjau PT Graha Segara, di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).
Siapkan Sanksi Lebih Tegas
Purbaya mengatakan pemerintah bakal mengevaluasi izin nan ada dan mempertimbangkan penerapan hukuman nan lebih tegas. Namun, menurutnya kebijakan tersebut kudu tetap mempertimbangkan asas keadilan dan tidak langsung membebani seluruh importir.
"Saya minta tadi Pak Djaka (Dirjen Bea Cukai) dan teman-teman untuk memandang regulasinya, membikin izin semacam punishment untuk orang nan terlalu lama meninggalkan barangnya di sini," tutur Purbaya.
"Tapi kudu fair jangan tiba-tiba semua berbayar, jangan tiba-tiba semuanya dendanya berlipat-lipat. Tapi kita bakal lihat berapa hari nan wajar tapi nan tidak wajar berapa hari baru kelak kita beresin," sambungnya.
Purbaya menyebut, pemerintah bakal terlebih dulu menentukan pemisah waktu nan tetap dianggap wajar bagi importir untuk menyimpan peralatan di pelabuhan. Setelah itu, baru bakal ditetapkan kategori keterlambatan nan dapat dikenakan hukuman tambahan.
Ia memperkirakan masa penyimpanan lebih dari satu bulan tergolong lama untuk sebuah kontainer berada di area pelabuhan. Terlebih, berasas temuan di lapangan, terdapat sejumlah peralatan nan sudah berada di letak dalam waktu nan jauh lebih lama.
"Hitungan saya sih kalo sebulan di sini kelamaan kan, dan ini ada nan udah lama banget. Karena mereka mungkin hitungnya di sini lebih murah dibandingkan jika mereka sewa penyimpanan di luar sana. Tapi kan menghalang keahlian pelabuhan jadinya. Jadi, kan saya usahakan disini sesedikit mungkin," tutup Purbaya.
(ily/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·