Puluhan Ribu Motor Listrik Buat Kepala Sppg, Purbaya: Tahun Lalu Kita Tolak!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons video viral nan menunjukkan puluhan ribu motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Purbaya mengaku belum mengetahui perincian info tersebut dan bakal mengecek lebih lanjut.

Purbaya menyebut pengajuan pengadaan motor dan komputer untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat dilakukan tahun lalu. Purbaya mengaku tidak menyetujuinya dan menolak pengajuan tersebut.

"Tahun lampau sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer nan terlalu banyak dan beli motor, tapi sekarang saya belum tahu, saya bakal lihat lagi seperti apa. Ini rumor ya? Saya cek lagi," kata Purbaya dalam obrolan media di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menilai anggaran untuk MBG semestinya diprioritaskan untuk pengadaan makanan. Ia menyebut mitra MBG sudah mendulang untung sehingga bisa menyisihkannya untuk mencicil motor.

"Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan. Kalau nan pebisnis kan udah untung cukup, mereka cicil dari sana harusnya, tapi saya bakal coba cek lagi," tutur Purbaya.

Motor Listrik untuk Kepala SPPG

Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4)

Meski demikian, Dadan memastikan bahwa motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan nan telah tersedia tetap kudu melalui proses manajemen sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.

Dadan juga membantah jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit dan menegaskan bahwa berita tersebut tidak betul alias hoaks. "Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit nan dipesan di tahun 2025," sebut Dadan.

(ily/ara)

Sumber finance