Presiden Iran Langsung Telepon Putin Usai Negosiasi Dengan As Mandek

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan siap membantu menengahi upaya untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah.

Hal ini disampaikan Putin saat berbincang melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, usai negosiasi tenteram Iran dan Amerika Serikat di Pakistan berhujung mandek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Vladimir Putin menekankan kesiapannya untuk lebih memfasilitasi pencarian penyelesaian politik dan diplomatik atas bentrok tersebut, dan untuk menengahi upaya mencapai perdamaian nan setara dan kekal di Timur Tengah," demikian pernyataan instansi kepresidenan Rusia Kremlin, seperti dikutip Moscow Times.

Sementara itu, Presiden Pezeshkian dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada Rusia atas support kemanusiaan nan telah diberikan.

Menurut pernyataan Kremlin, Presiden Iran menyampaikan rasa terima kasih atas posisi prinsip Rusia termasuk di platform internasional, nan bermaksud untuk meredakan situasi.

"Untuk tujuan ini, Rusia bakal terus melakukan kontak aktif dengan semua mitra di area ini," lanjut pernyataan itu.

Panggilan telepon Pezeshkian dan Putin terjadi usai negosiasi AS-Iran pada Sabtu (11/4) kemarin kandas mencapai kesepakatan.

Wakil Presiden JD Vance nan memimpin delegasi AS langsung meninggalkan Pakistan setelah pembicaraan tersebut, dan memperingatkan bahwa Washington telah memberikan "tawaran terakhir dan terbaik" untuk Teheran.

"Kami pergi dari sini dengan proposal nan sangat sederhana. Kita bakal lihat apakah Iran bakal menerimanya," ujar Vance.

Sementara itu delegasi Iran nan dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan timnya telah mengusulkan inisiatif nan konstruktif, namun pada akhirnya "pihak lain" tidak bisa mendapatkan kepercayaan delegasi Iran.

Laporan menyebut kedua pihak tidak dapat menyepakati siapa nan bakal mengendalikan jalur pelayaran Selat Hormuz dan masalah pengayaan uranium.

Mandeknya pembicaraan ini memicu kekhawatiran berlanjutnya pertempuran, nan mendorong nilai sektor daya bumi melambung tinggi, serta semakin merusak jalur pelayaran dan akomodasi minyak dan gas di Teluk.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional