Pnm Lakukan Penyesuaian Struktur Pimpinan, 3 Sosok Baru Isi Posisi Penting

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melakukan penyesuaian struktur dan penguatan kepemimpinan di beragam lini perusahaan. Ada tiga sosok baru nan masuk dalam Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi.

Dua di antaranya mengisi posisi Komisaris ialah Marsudi Syuhud menjabat sebagai Komisaris Independen serta Temmy Satya Permana sebagai Komisaris. Selain itu, PNM juga memperkenalkan sosok baru dalam jejeran manajemen ialah L. Dodot Patria Ary Suprianto sebagai Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan dengan Kindaris sebagai Direktur Utama dan Sunar Basuki sebagai Wakil Direktur Utama.

Langkah ini dikatakan menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjawab tantangan nan semakin kompleks sebagai perusahaan nan mengemban mandat pemberdayaan jutaan wanita pengusaha ultra mikro di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah perubahan lanskap ekonomi, digitalisasi, serta tuntutan efisiensi dan tata kelola nan semakin tinggi, PNM tidak hanya melakukan pembaruan pada struktur organisasi, tetapi juga memperkuat fondasi kepemimpinan nan bisa mengawal transformasi jangka panjang.

Direktur Utama PNM, Kindaris mengatakan transformasi tidak dapat hanya bertumpu pada perubahan sistem maupun proses bisnis. Menurutnya, aspek penentu keberhasilan organisasi justru terletak pada kualitas manusianya. Hal itu diungkapkan olehnya dalam prosesi pengucapan sumpah dan pelantikan pejabat PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Di tengah beragam perubahan nan terjadi, PNM terus melakukan penguatan dan pembaruan di beragam aspek organisasi. Namun pada akhirnya, perubahan nan paling menentukan adalah perubahan pada manusianya, gimana kita terus belajar, beradaptasi, membuka diri terhadap langkah berpikir baru, dan bertumbuh menjadi pemimpin nan bisa menjawab tantangan era tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan nan menjadi fondasi perusahaan ini," kata Kindaris dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).

Dia mengatakan sebagai perusahaan nan melayani wanita prasejahtera melalui program pembiayaan dan pemberdayaan, PNM menghadapi tantangan nan berbeda dengan lembaga finansial pada umumnya. Pertumbuhan upaya kudu melangkah beriringan dengan misi sosial untuk menciptakan akibat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, transformasi nan dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian sasaran bisnis, tetapi juga pada penguatan budaya kerja nan adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Kindaris menambahkan, kepemimpinan di PNM kudu bisa menjaga keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan empati terhadap masyarakat nan dilayani.

"Kita bekerja dengan hati. Kita datang untuk memberdayakan. Kita tumbuh berbareng jutaan wanita prasejahtera nan setiap harinya berjuang untuk keluarganya. Oleh lantaran itu, setiap keputusan nan kita ambil sebagai pemimpin kudu selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," ujarnya.

Penguatan organisasi ini juga datang pada momentum krusial setelah perubahan status perusahaan menjadi Persero. Perubahan tersebut membawa akibat baru bagi PNM untuk semakin adaptif, agile, dan bisa menjawab ekspektasi pemegang saham sekaligus menjaga mandat pemberdayaan nan selama ini menjadi identitas perusahaan.

Kindaris optimistis bahwa modal terbesar PNM tetap terletak pada budaya gotong royong dan kerjasama nan telah tumbuh selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, setiap proses perubahan bakal menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka kesempatan untuk menciptakan organisasi nan lebih kuat dan berdampak.

"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada sasaran nan kudu dicapai, perubahan nan kudu dijalankan, dan tantangan nan kudu diselesaikan. Namun saya percaya, dengan semangat kerjasama dan budaya saling menguatkan nan selama ini menjadi kekuatan PNM, kita bakal bisa melewati setiap proses transformasi dengan baik," ujarnya.

PNM menegaskan bahwa transformasi bukan hanya tentang perubahan struktur organisasi ataupun pergantian jabatan.

"Lebih dari itu, transformasi adalah upaya membangun organisasi nan semakin relevan, tangguh, dan bisa menghadirkan akibat nan lebih luas bagi jutaan family Indonesia nan menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan PNM," tutupnya.


(prf/ega)

Sumber finance