Piala Dunia 2026: Pemain Iran Dikelilingi Orang Dengan Senapan Mesin

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemain-pemain timnas Iran menghadapi situasi nan begitu menegangkan dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Paulo Alexandre Araujo, seorang ahli performa dan pemulihan nan menangani timnas Iran menceritakan situasi Mehdi Taremi dan kawan-kawan dalam gempita bola bumi tahun ini.

Araujo sudah punya pengalaman membantu banyak kesebelasan melakukan pemulihan dalam kejuaraan, namun kali ini dia menemukan perihal nan sungguh jauh berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gambaran, pemain Iran kudu segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat setelah berkompetensi menghadapi Selandia Baru. Hal itu membikin Araujo kudu membalut luka pemain di pesawat dalam perjalanan kembali ke tempat menginap Team Melli di Tijuana, Meksiko.

Menurut Araujo selama ini dirinya biasa melakukan pekerjaan perawatan pemain di ruang ganti.

"Ada banyak perihal nan tidak adil," ucap Araujo dalam sebuah wawancara di Tijuana, seperti dilansir dari The New York Times.

Araujo menjelaskan kondisi para pemain sangat terganggu. Timnas Iran kudu beradaptasi tampil tanpa analis, petugas media, dan personil staf lain nan dibutuhkan untuk melakukan tugas penting.

Bahkan pemain Iran kudu berhadapan langsung dengan senjata api nan digunakan orang-orang nan mengawal mereka dalam perjalanan.

"Ketika para pemain menunggu di airport selama dua, tiga jam, dan tiba di sana dikelilingi orang-orang dengan senapan mesin dan hal-hal lain semua itu, mereka tidak terbiasa dengan perihal itu," jelas Araujo.

Sebelumnya kapten Taremi dan pembimbing Amir Ghalenoei menyatakan Iran menjadi tim nan paling teraniaya di Piala Dunia 2026 lantaran mendapat perlakuan diskriminasi di Amerika Serikat.

Banner Gempita Bola 2026

Pemerintah AS memberikan pembatasan nan ketat dan tidak mengizinkan Iran tinggal di wilayah mereka. Iran pun terpaksa menjadikan Tijuana sebagai markas selama Piala Dunia.

"Ketika Anda bicara soal kejuaraan nan adil, maka ini bukan langkah nan semestinya untuk memperlakukan olahragawan," tukas Araujo.

[Gambas:Video CNN]

(nva/rhr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-sport