Piala Dunia 2006: Italia, Calciopoli, Dan Akhiri Kutukan Adu Penalti

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Italia meraih gelar Piala Dunia keempat di Jerman 2006 dengan mengalahkan Prancis lewat adu penalti. Gli Azzurri mengakhiri kutukan selalu kalah di babak "tos-tosan" dan jadi juara di tengah bayang-bayang skandal Calciopoli.

Tepat sebelum turnamen dimulai, sepak bola Italia diguncang skandal besar nan dikenal sebagai Calciopoli. Luciano Moggi, petinggi Juventus, teridentifikasi sebagai sosok sentral dalam skandal pengaturan wasit nan melibatkan beberapa klub besar Serie A.

Juventus nan menampung banyak pemain timnas Italia termasuk kiper Gianluigi Buffon, akhirnya didegradasi ke Serie B sebagai balasan atas keterlibatan dalam skandal itu. Di tengah krisis tersebut, kepercayaan publik Italia terhadap tim nasional mereka berada di titik terendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Italia memulai Piala Dunia 2006 di bawah pembimbing Marcello Lippi dengan beban ganda: membuktikan diri di lapangan sekaligus menanggung malu skandal dalam negeri.

Di laga fase grup, Francesco Totti dan kawan-kawan menang atas Ghana dan Republik Ceko. Sementara laga melawan Amerika Serikat berhujung imbang. Tujuh poin mengantarkan Italia sebagai pemimpin Grup E dan melaju ke babak 16 besar.

Italia kesulitan mengalahkan Australia pada babak 16 besar. Gol penalti Totti pada menit akhir jadi pembeda.

Pada babak perempat final Italia tampil lebih baik dan menyingkirkan Ukraina. Italia semakin berkekuatan hingga lolos ke babak 4 besar.

Italia berjumpa dengan tuan rumah Jerman di Dortmund dalam laga nan nyaris berhujung dengan adu penalti, namun Gli Azzurri mengubah segalanya pada menit ke-119 dan 120. Fabio Grosso mencetak gol kemenangan sebelum Alessandro Del Piero menambah gol kedua di detik-detik akhir babak extra time.

Di sisi lain, Prancis melaju ke final berkah penampilan luar biasa Zinedine Zidane nan tampil seolah kembali ke masa kejayaannya. Zidane nan merencanakan pensiun di akhir turnamen itu mencetak gol penalti ke gawang Portugal di semifinal dan mengantarkan Les Bleus ke Berlin.

Sebelum final, sorotan besar tertuju pada Brasil nan terjungkal di perempat final saat berjumpa Les Bleus. Thierry Henry mencetak satu-satunya gol dari assist Zidane untuk menyingkirkan juara bertahan. Meski Ronaldo Nazario mencetak rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 15 gol, Brasil pulang lebih sigap dari nan diharapkan.

Baca lanjutan tulisan ini di laman selanjutnya>>>

Add as a preferred
source on Google

Sumber cnn-sport