Jakarta -
Perusahaan manufaktur fesyen dunia berbasis produk berbahan kulit asal Korea Selatan (Korsel), Simone, bakal membangun pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, dengan entitas PT Simone Batang Indonesia.
Komitmen investasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) nan dilakukan oleh Direktur Pemasaran & Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, dan Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik pada Rabu (6/5) kemarin di Ballroom Management Office KEK Industropolis Batang.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 429 miliar, PT Simone Batang Indonesia bakal membangun akomodasi produksi berorientasi ekspor di atas lahan seluas 8,28 hektare dan diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Pemasaran & Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyampaikan investasi ini menjadi relevan seiring upaya Indonesia memperkuat daya saing industri manufaktur global, khususnya dalam menarik relokasi dan ekspansi perusahaan internasional.
"Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian krusial dalam rantai pasok global. Kami memandang tren nan semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan area ini sebagai pedoman produksi untuk pasar ekspor," kata Indri dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
PT Simone merupakan perusahaan manufaktur fesyen dunia nan telah berdiri sejak tahun 1987 dan mempunyai jejak operasi di beragam negara, termasuk Vietnam dan Kamboja. Secara global, perusahaan ini menguasai sekitar 10% pangsa pasar bumi dan 30% pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel mencapai lebih dari US$ 7 miliar.
"Kami memandang Indonesia sebagai salah satu pedoman produksi masa depan di Asia. KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi kelebihan nan kami butuhkan, mulai dari support kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja," ujar Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik.
Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai dalam dua bulan ke depan, dengan sasaran penyelesaian bangunan dan mulai beraksi secara berjenjang pada Juli
2027.
Selain memperluas pedoman produksi global, investasi ini juga diharapkan memberikan akibat ekonomi langsung melalui peningkatan ekspor serta pembuatan lapangan kerja dalam skala besar.
(fdl/fdl)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·