Jakarta -
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaporkan perkembangan proyek Tol Harbour Road II (HBR II) ruas Ancol Timur-Pluit. Nilai proyek ini Rp 5,22 triliun.
Tol ini bakal membentang sepanjang 9,67 kilometer (km) nan ditargetkan siap beraksi secara keseluruhan pada 2027 mendatang.
Manager Proyek Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur - Pluit (Harbour Road II), Hari Purnama mengatakan progres pembangunan bentuk nan dikerjakan WIKA telah mencapai 32,31%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai perjanjian di HBR II nilai kontraknya Rp 5,22 triliun. Saat ini untuk progres nan ditangani oleh WIKA, lantaran disini ada 2 kontraktor, nan ditangani oleh WIKA saat ini diangka 32,31%," kata di Kantor pembangunan Harbour Road II, Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).
Namun, proyek HBR II tetap dihadapi adanya tantangan pembebasan lahan. Hari mengatakan baru sekitar 45% lahan nan sudah terbebas dalam proyek nan dikerjakannya.
"Jadi memang salah satu challenge ada di pembebasan lahan. Saat ini pembebasan lahan dilakukan di Kementerian PU dengan BPN. Untuk HBR II ini ditargetkan sisi selatan operasional di tahun ini sembari tentu ada beberapa lahan nan tetap perlu proses pembebasan lahan. Jadi ini nan mungkin challenge HBR II ini," terang Hari.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono saat meninjau letak mengatakan tol ini bakal menjadi solusi untuk mengurai kemacetan dan memperlancar arus logistik di area utara Jakarta.
"(Tol ini) sepanjang kurang lebih 9,67 km bakal menghubungkan Ancol Timur menuju Pluit. Kalau di belakang kita bisa terlihat Tanjung Priok, dermaga, peti kemas nan tentunya padat," ujar AHY dalam keterangan tertulis, Senin (29/9/2025).
Tol elevated alias tol layang ini dirancang dengan standar kecepatan 80 km/jam, lebar lajur 3,5 meter, dan dilengkapi junction di Ancol Timur serta Pluit, termasuk ramp penghubung dengan Harbour Road I. Pembangunan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026, dengan masa bangunan 1.697 hari almanak dan masa pemeliharaan 730 hari.
"Artinya, dengan hadirnya kelak Insyaallah jalur selatan ini bakal bisa digunakan di awal tahun 2026, dan jalur utara pada 2027," kata dia.
AHY mengatakan, kehadiran jalan tol ini harapannya biaya logistik bakal turun, kemacetan terurai, dan kepadatan lampau lintas berkurang. Dengan demikian dapat meningkatkan aktivitas ekonomi serta memperkuat pengembangan ekonomi wilayah.
Tol ini bukan sekadar menambah kapabilitas lampau lintas, tetapi juga memperkuat jaringan empat lingkar jalan tol Jabodetabek (Ring 1, Ring 2, JORR 1, dan JORR 2). Dengan konektivitas nan lebih baik, pengedaran peralatan diharapkan lebih efisien sehingga daya saing ekonomi nasional ikut meningkat.
(hns/hns)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·