Pengusaha Kawasan Industri Ungkap Pemadaman Listrik Bisa Ganggu Produksi

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Jakarta -

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai gangguan pasokan listrik nan terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir kudu menjadi momentum untuk melakukan pembenahan. Keandalan listrik tidak lagi sekadar urusan pelayanan publik, melainkan telah menjadi fondasi utama daya saing ekonomi nasional.

HKI nan saat ini menaungi lebih dari 170 area industri nan tersebar di beragam wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga area timur Indonesia, merasakan secara langsung sungguh vitalnya pasokan listrik bagi keberlangsungan aktivitas industri. Kawasan-kawasan tersebut menjadi rumah bagi ribuan perusahaan nasional maupun multinasional nan bergerak di sektor manufaktur, petrokimia, logistik, makanan dan minuman, elektronik, otomotif, mineral, pusat data, hingga industri berteknologi tinggi.

Ketua Umum HKI Indonesia, Akhmad Ma'ruf Maulana, menyampaikan bahwa setiap gangguan listrik, meskipun hanya berjalan beberapa menit, dapat menimbulkan akibat ekonomi nan jauh lebih besar daripada nan terlihat di permukaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peristiwa pemadaman nan terjadi belakangan ini kudu dilihat sebagai sirine krusial bahwa sistem kelistrikan nasional memerlukan lapisan pengaman nan lebih kuat. Ketahanan daya nasional tidak cukup hanya mengandalkan satu sistem nan terpusat. Dibutuhkan lebih banyak titik-titik keandalan nan dapat saling menopang ketika terjadi gangguan," ujar Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).

Dalam industri modern, proses produksi berjalan secara terintegrasi dan berkesinambungan. Ketika listrik terputus, bukan hanya mesin nan berakhir bekerja, sistem produksi dapat terganggu, bahan baku rusak, produk kandas diproses, agenda pengiriman tertunda, rantai pasok terganggu, hingga muncul biaya tambahan nan kudu ditanggung pelaku upaya untuk menjalankan sistem cadangan.

Pada industri tertentu seperti petrokimia, baja, semikonduktor, pusat data, farmasi, maupun industri berbasis proses berkelanjutan, gangguan listrik apalagi dapat menimbulkan kerugian nan sangat besar lantaran memerlukan waktu panjang untuk mengembalikan operasi ke kondisi normal.

Menurut HKI, tantangan tersebut bakal semakin besar seiring masuknya investasi-investasi baru nan memerlukan tingkat keandalan listrik sangat tinggi. Saat ini Indonesia sedang mendorong hilirisasi mineral hingga industri kepintaran buatan (AI) nan seluruhnya memerlukan pasokan daya nan stabil.

Pembangkit Listrik Sendiri

HKI menilai salah satu langkah nan perlu segera didorong adalah memberikan kemudahan bagi area industri untuk memperoleh Wilayah Usaha Ketenagalistrikan (WILUS) dan membangun pembangkit listrik sendiri sesuai kebutuhan area masing-masing.

Menurut Ma'ruf, banyak area industri di Indonesia nan sebenarnya mempunyai keahlian finansial, kesiapan teknis, serta kebutuhan riil untuk mengembangkan sistem ketenagalistrikan berdikari nan terintegrasi dengan jaringan nasional. Namun perihal itu terkendala proses perizinan dan regulasi.

"Kami berambisi pemerintah memberikan kemudahan bagi area industri nan mau mempunyai Wilayah Usaha Ketenagalistrikan sendiri. Industri memerlukan kepastian. Ketika investasi sudah masuk, pabrik sudah berdiri, dan ribuan tenaga kerja berjuntai pada aktivitas produksi, maka pasokan daya kudu mempunyai tingkat kepastian nan setara," sebut dia.

HKI menegaskan bahwa usulan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengurangi peran PLN. Sebaliknya, HKI memandang PLN tetap menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional nan mempunyai peran sangat strategis dalam menjaga stabilitas pasokan daya nasional.

Dalam model tersebut, PLN tetap menjadi backbone jaringan nasional, sementara area industri dapat berkedudukan sebagai mitra strategis melalui pengembangan pembangkit mandiri, microgrid industri, captive power, sistem penyimpanan daya (battery storage), maupun daya terbarukan nan terhubung dan terintegrasi dengan sistem nasional.

Model serupa telah diterapkan di beragam negara industri maju. Kawasan industri dan pusat manufaktur diberi ruang untuk membangun sistem daya sendiri nan tetap terhubung dengan jaringan utama. Ketika terjadi gangguan pada salah satu sistem, sistem lainnya dapat menjadi persediaan sehingga akibat pemadaman dapat diminimalkan.

(ily/ara)

Sumber finance