Pengurus Ipemi Kobar Bertemu Menteri P2mi Mukhtarudin, Ini Yang Dibahas

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

PANGKALAN BUN – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten , usai menghadiri aktivitas Rapat Kerja (Rakernas) ke 8 , berkesempatan melakukan  kunjungan kerja ke instansi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), dalam pertemuan tersebut rombongan IPEMI Kobar diterima oleh Muktarudin , Kamis kemarin

Ketua IPEMI Kobar Hj. Ritawati menyampaikan dalam pertemuan dengan Menteri P2MI tersebut  diharapkan IPEMI Kobar menjadi bagian dalam pengurangan nomor pengangguran terbuka diwilayah Kobar, dengan memberikan training dan pembinaan kepada calon Pekerja nan bakal mengadu nasib bekerja ke luar negeri.

“Alhamdulillah kami melakukan pertemuan dengan pak Menteri P2MI,  dalam pertemuan tersebut, pak Mukhtarudin berambisi agar IPEMI Kobar membuka upaya penyaluran ketenaga kerja ke luar negri, dimana terlebih dulu para calon tenaga kerja diberikan training dan ketrampilan sesuai dengan pekerjaan nan dibutuhkan di luar negeri,” ujarnya.

Dengan adanya ketrampilan nan telah diterima oleh calon Pekerja, lanjut Hj. Ritawati, maka tenaga kerja nan diberangkatkan merupakan tenaga kerja nan telah siap dan sehingga Pekerja Migran asal Kobar tidak menemukan kendala.

“Pada prinsipnya kami sangat merespon baik apa nan diharapkan oleh pak Menteri P2MI,  dimana keberadaan IPEMI Kobar pun dapat memberikan kontribusi dalam pengurangan nomor pengangguran, insya allah kami bakal laksanakan kerjasama ini, perihal ini pun bagian dari visi misi IPEMI dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

Hj Ritawati menyampaikan juga, bahwa IPEMI Kobar mengikuti Rakernas ke 8 di Jakarta nan dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 April 2026, dan dalam. Rakernas tersebut telah menghasilkan enam Rekomendasi krusial untuk Peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Rakernas IPEMI ke 8 menjadi arena konsolidasi serta penguatan ekonomi bagi perempuan, sehingga aktivitas tersebut sangat krusial demi kemajuan perekonomian masyarakat Kobar,” jelasnya.

Pada pembukaan Rakernas dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menyampaikan perihal keberadaan IPEMI diharapkan menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis UMKM, karena IPEMI mempunyai potensi besar untuk mengisi produk unggulan di Koperasi /Kelurahan Merah Putih.

Rakernas ke-8 nan juga di hadiri ketua Umum IPEMI, Ingrid Kansil,  telah menghasilkan enam Rekomendasi untuk di implementasikan oleh masing-masing daerah.

“Rekomendasi Rakernas IPEMI ke 8 diantaranya adalah perihal pembiayaan inklusif, dimana IPEMI mendesak pemerintah menghadirkan skema angsuran UMKM wanita nan inklusif dan adaptif, dan juga membentuk women entrepreneur fund nan berasal dari APBD, APBN,BUMN dan melalui CSR,” paparnya.

Rekomendasi IPEMI lainnya ialah perihal pendekatan berbasis kepercayaan, dimaba skema pembiayaan diharapkan tidak lagi bertumpu pada persyaratan agunan formal, melainkan menggunakan pendekatan golongan usaha

“Banyaknya UMKM saat ini nan mau mengembangkan usahanya terbentur permodalan dan untuk mengusulkan pinjaman ke bank rupanya persyaratannya sangat susah , perihal ini menjadi pembahasan dalam Rakernas,” ucapnya.

Rekomendasi lainnya mengenai optimasi peran UMKM wanita nan mencakup penguatan peran wanita pengusaha muslimah dalam transformasi UMKM dan koperasi untuk kesejahteraan ekonomi umat, perihal tersebut sejalan dengan semangat kerjasama dan inovasi.

“Secara keseluruhan ada enam Rekomendasi krusial dari Rakernas IPEMI ke 8  dimana Rekomendasi tersebut untuk memperkuat posisi UMKM wanita dalam ekosistem ekonomi , untuk itu kami pun bakal melakukan kerjasama dengan pemerintah wilayah dalam upaya percepatan kesejahteraan masyarakat Kobar,” kata Hj.Ritawati. (man)

Sumber info-lokal