Pengakuan Perawat Yang Lihat Penyesalan Pasien Saat Menjelang Ajal

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Seorang perawat nan sudah bekerja di rumah sakit selama 20 tahun mengungkap empat penyesalan nan sering diucapkan pasien menjelang ajal. Ia mengatakan menjelang akhir hayat, kebanyakan pasien bukan takut meninggal tetapi dihantui penyesalan atas pilihan hidup mereka.

Menurut perawat berjulukan Suzanne B O'Brien itu, pada kenyataannya, sebagian besar berhadap bisa menjalani hidup dengan langkah nan berbeda.

Dari pengalamannya mendampingi pasien di saat-saat terakhir, O'Brien menemukan empat pengakuan nan berulang kali muncul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Penyesalan soal Cinta

Salah satu kasus nan dia bagikan adalah seorang laki-laki berumur 69 tahun nan sukses dan kaya. Ia menyimpan penyesalan besar lantaran tidak pernah betul-betul mencintai orang lain.

"Di ranjang kematiannya, dia berbincang tentang semua family dan kawan nan hubungannya telah diputus lantaran uang, kecemburuan, dan pertengkaran sepele," tulis O'Brien, dikutip dari Unilad.

Pria itu menyimpan kemarahan dan memutuskan hubungan dengan orang-orang lantaran perihal sepele. Bahkan, dia tidak mengingat apa nan menjadi pemicunya.

Saat itu, si laki-laki merasa semua bakal menjadi lebih mudah. Tetapi, akhirnya dia sedih, kesepian, dan sendirian nyaris sepanjang hidupnya.

"Aku tidak pernah menemukan cinta. Aku tidak pernah memberi diriku kesempatan untuk mengalaminya, dan sekarang saya tahu inilah inti dari kehidupan. Aku mengerti sekarang! Tolong ceritakan kisahku pada orang lain," kata sang pasien.

2. Tidak mengikuti Kata Hati

Penyesalan lain nan sering muncul adalah tidak berani mengikuti kata hati dan tujuan hidup. O'Brien mengungkapkan salah satu pasiennya mengaku menyesal tidak mengikuti kata hatinya dan menemukan tujuan hidup nan sebenarnya.

3. Tak Berani Membuka Diri untuk Dicintai

Pengakuan berikutnya juga tidak kalah menyentuh. Banyak pasien menyesal lantaran tidak memberi kesempatan bagi orang lain untuk mencintai mereka sepenuhnya.

Menurut O'Brien, di akhir hayat, orang menyadari bahwa mereka telah membangun 'penjara' sendiri dan berambisi mempunyai keberanian lebih untuk membuka hati.

4. Kurang Mencintai Diri Sendiri

Penyesalan terakhir nan kerap diungkapkan adalah tidak cukup mencintai diri sendiri. Dalam situasi ini, O'Brien biasanya mencoba membantu pasien merefleksikan hidup mereka dengan pertanyaan sekitar pekerjaan, di mana pasien tinggal, hidup dengan siapa, hingga tantangan nan telah dialaminya.

"Mengingat di mana Anda berada dan apa nan Anda alami, apakah Anda sudah melakukan nan terbaik," tanya O'Brien.

Menurut O'Brien, jawaban nan paling sering muncul adalah 'ya'. Pengalaman ini menunjukkan bahwa di penghujung hidup, nan paling membekas bukanlah pencapaian materi, melainkan hubungan, keberanian mengikuti hati, dan penerimaan diri,

(sao/naf)

Sumber detik-health