PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menempatkan stabilitas nilai pangan dan peningkatan kualitas produk UMKM sebagai prioritas utama dalam menjaga daya beli masyarakat.
Langkah ini dilakukan melalui sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Pemprov optimistis upaya tersebut bisa mengendalikan inflasi sekaligus mendorong daya saing produk lokal, salah satunya melalui agunan produk halal.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengatakan pengendalian inflasi di wilayah sangat dipengaruhi oleh kelancaran rantai pasok, terutama untuk komoditas nan berasal dari luar wilayah.
“Perubahan nilai sangat berjuntai pada pasokan. Gangguan pengedaran dari luar wilayah bakal berakibat langsung pada kesiapan dan nilai di daerah,” ucapnya saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara daring, Senin 27 April 2026.
Sejumlah komoditas pangan pokok seperti cabe rawit, cabe merah, dan beras tetap menjadi penyumbang utama perubahan nilai di Kalteng.
“Komoditas tersebut kerap mengalami kenaikan nilai secara berkala. Ini perlu diantisipasi agar tidak berakibat luas pada masyarakat,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kalteng memperkuat kerja sama antar wilayah (KAD) dengan wilayah penghasil. Strategi ini dinilai krusial untuk menjaga kesiapan pasokan dan mengurangi ketergantungan pada satu sumber distribusi.
“Kita sorong kerja sama dengan wilayah penghasil agar pasokan tetap kondusif dan stabil,” lanjutnya.
Tidak hanya konsentrasi pada pengendalian inflasi, rakor nan dipimpin Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir juga membahas support terhadap Program 3 Juta Rumah.
“Pemprov Kalteng meletakkan perhatian pada percepatan perizinan dan penyediaan lahan guna mendukung pembangunan kediaman layak bagi masyarakat,” tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menggencarkan sosialisasi Jaminan Produk Halal kepada pelaku UMKM. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus menjadi nilai tambah bagi produk lokal.
“Dengan langkah tersebut, produk UMKM Kalteng diharapkan tidak hanya bisa bersaing di pasar lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah nan lebih berkualitas,” ungkapnya. (yud)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·