Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih timnas Timor Leste U-17 Emral Bin Bustamam meminta separuh doa dari masyarakat Indonesia untuk menghadapi persaingan ketat di Grup A Piala AFF U-17 2026.
Emral merupakan pembimbing kawakan asal Padang, Sumatera Barat nan saat ini menukangi Timnas Timor Leste. Karena itu dia meminta angan dan support dari masyarakat Indonesia, saat mendampingi anak asuhnya bertanding di tanah air.
"Mohon do'a separuh ya, dari tadi Kurniawan (Pelatih Timnas Indonesia U-17) [minta doa] seluruhnya, saya minta separuh doa. Karena pembimbing Timur Leste juga dari Indonesia," kata Emral, di Surabaya, Sabtu (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emral menyebut, persiapan matang telah dilakukan skuad Timor Leste sejak akhir Februari 2026 lalu. Emral membawa komposisi pemain terbaik nan kebanyakan merupakan alumnus kualifikasi Piala Asia di China.
Namun, dia tidak menampik adanya kesenjangan kualitas jika berkaca pada hasil-hasil pertandingan sebelumnya, namun perihal itu justru memicu semangat juang para pemain muda Timor Leste untuk mencetak sejarah.
"Kalau dibandingkan sudah pasti kalah Timur Leste terhadap Indonesia. Namun, besok itu Timur Leste bakal berupaya semaksimal mungkin. Tekad anak-anak kami adalah gimana bisa membikin sejarah untuk musuh Indonesia," kata dia.
Ia menyebut, salah satu kelebihan nan dibawa skuad Timor Leste kali ini adalah jam terbang pemain di level kompetisi. Emral mengungkapkan, sistem liga di negaranya mewajibkan para pemain muda untuk berkompetisi di level senior, sehingga mentalitas bertanding mereka sudah teruji.
"Di Timor Leste, ada tanggungjawab pemain-pemain usia muda itu bermain di [kompetisi] senior. Ketika Liga Timor Leste, itu sudah mewajibkan mereka itu bermain. Pada umumnya mereka sudah mendapatkan kejuaraan berasosiasi dengan senior-senior mereka," ucapnya.
Soal sasaran di kejuaraan ini, Emral menegaskan timnya tidak mau menjadi penggembira saja. Meski berada di grup A berbareng Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, dia menargetkan hasil maksimal di setiap pertandingan dengan strategi nan telah disiapkan secara spesifik.
"Targetnya adalah masing-masing pemain ini bisa bermain maksimal di dalam tim. Tentunya pasti sasaran pembimbing itu memenangkan pertandingan. Di setiap pertandingan pasti siapapun lawannya. Tentunya dengan game model nan berbeda-beda," ucapnya.
Selain kemenangan, sasaran utama tim pembimbing adalah menjadikan arena ini sebagai panggung bagi para pemain muda Timor Leste agar bisa dilirik oleh klub-klub luar negeri, termasuk klub di Liga Indonesia.
"Kalau bisa pemain-pemain ini bukan hanya bermain di Timur Leste. Bisa dipantau di Indonesia, bisa dipantau oleh negara lain di Asia Tenggara ini. Itu nan paling krusial sasaran kami," katanya.
Rencananya Timnas Indonesia U-17 bakal melakoni pertandingan pertamanya melawan Timor Leste, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4) malam.
(frd/frd/jun)
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·