Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih timnas Portugal, Roberto Martinez memihak Cristiano Ronaldo yang dinilai tampil melempem saat berjumpa RD Kongo di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6) awal hari WIB.
Bertemu di Grup K, Portugal hanya bermain seri 1-1 kontra RD Kongo. Pada laga tersebut, performa Ronaldo jadi sorotan lantaran minim kontribusi. Di tambah, Martinez tetap memainkan sang mega bintang selama 90 menit.
Padahal, Selecao das Quinas butuh penyegaran di lini depan agar dapat memperbesar kesempatan rebut tiga poin. Tetapi, pembimbing asal Belgia itu tetap mempertahankan Ronaldo dengan argumen pemain Al Nassr itu merupakan mesin gol Portugal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak masuk logika untuk mengeluarkan pencetak gol terbaik di bumi sepak bola [Ronaldo] dalam pertandingan nan memerlukan gol," ujar Martinez dilansir dari ESPN.
"Kami memulai laga dengan sangat, sangat baik. Level permainan kami, kontrol kami, langkah kami masuk ke area penalti. Mencetak gol, nan biasanya merupakan momen di mana emosi mencetak gol membantu kami mempertahankan kendali pertandingan dan mencoba mencetak gol kedua, justru memberikan pengaruh sebaliknya," tambahnya.
Portugal sejatinya memainkan pertandingan nan sangat mengesankan sejak sepak mula. Apalagi, Potugal lebih dulu membuka kelebihan melalui sundulan Joao Neves pada menit keenam.
Nahas bagi Portugal, sebelum jarak turun minum RD Kongo sukses menyamakan kedudukan lewat tindakan Yoane Wissa.
"Sebaliknya, itu membikin kami mau terus menguasai bola. Kami memberi Kongo kesempatan untuk mengatur ulang struktur pertahanan mereka dan membangun serangan balik. Itu membantu Kongo," kata Martinez.
Hasil ini jadi pukulan telak buat Portugal. Dengan sasaran menyabet trofi perdana, agaknya susah jika tidak menemukan formula untuk bangkit pada partai berikutnya.
(afr/jal)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu

English (US) ·
Indonesian (ID) ·