Patroli Kapal Perang As Di Selat Malaka, Ini Respons Menlu Ri

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Amerika Serikat menegaskan menggelar patroli kapal perang mereka di Selat Malaka nan merupakan jalur paling strategis perdagangan dunia.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono kemudian merespons soal berita operasi kapal perang AS itu di Selat Malaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sugiono, keberadaan kapal-kapal perang AS di wilayah tersebut bukan perihal nan luar biasa.

"Saya kira mereka biasa ya, patroli di kawasan. Ada nan namanya Freedom of Navigation Patrol, kan. Itu bukan baru kok, bukan sesuatu nan baru," kata Sugiono, Rabu (22/4).

Beberapa hari sebelumnya, Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan pada Kamis (16/4) bahwa kapal-kapal tersebut kemungkinan besar bakal dicegat di jalur Selat Malaka.

Menurut laporan Lloydslist dikutip dari CNN, area Pasifik khususnya di dan sekitar Selat Malaka merupakan rumah bagi beberapa konsentrasi terbesar tanker gelap nan membawa minyak ilegal. Tanker tersebut termasuk kapal-kapal dari negara nan dijatuhkan hukuman seperti Iran.

"Kami juga menjalankan aktivitas dan tindakan pencegahan maritim di Area Tanggung Jawab Pasifik (AOR) terhadap kapal-kapal nan meninggalkan wilayah tersebut sebelum kami memulai blokade," tutur Caine kepada CNN.

Penasihat senior pencarian armada gelap di organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran Charlie Brown mengatakan kepada CNN bahwa pernyataan Caine dan pergerakan kapal perang AS menunjukkan bahwa Washington membuka kesempatan operasi serupa terhadap kapal-kapal tanker di Venezuela.

Salah satu kapal perang AS USS Miguel Keith ditugaskan untuk menjalankan patroli di Selat Malaka.

(del/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional